PANGANDARAN JAWA BARAT – Ketua KUD Minasari Pangandaran, Jeje Wiradinata, mulai memberlakukan sistem lelang ikan dari nelayan kepada masyarakat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Pangandaran, Selasa (06/01/2026).
Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan sekaligus melindungi harga ikan di tingkat produsen.
Sementara, Jeje Wiradinata menjelaskan bahwa lelang ikan tersebut sebelumnya telah berjalan secara bertahap, namun baru dalam beberapa hari terakhir diterapkan secara formal dan terpusat di TPI Pangandaran yang dikelola KUD Minasari.
“Jadi hari ini mulai secara resmi. Beberapa hari ke belakang sudah berjalan, dan sekarang kita fokuskan di TPI Pangandaran, ” ujarnya.
Menurut Jeje, pada tahun 2025 nilai total penjualan ikan di KUD Minasari tercatat sekitar Rp20, 5 miliar, angka yang dinilainya masih belum optimal, namun setelah sistem lelang kembali digerakkan, transaksi harian mengalami peningkatan signifikan. “Per hari ini sudah di kisaran Rp70 juta hingga Rp80 juta, bahkan bisa mencapai Rp90 juta. Ini menandakan sistem mulai berjalan, ” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah sekitar 13 tahun KUD Minasari tidak berjalan maksimal, pihaknya kini berkomitmen mendorong kembali seluruh fungsi koperasi agar lebih sehat dan produktif. Salah satu fokus utama adalah pembenahan sistem pembayaran ikan dan mekanisme lelang agar nelayan mendapatkan harga terbaik.
“Tujuan utama lelang ini bukan soal siapa yang menjual ke mana, tapi melindungi nelayan dari sisi harga. Silakan menjual ke luar daerah, asalkan harganya bagus. Lelang ini untuk mencari harga terbaik agar nelayan terlindungi, ” tegas Jeje.
Selain lelang ikan, KUD Minasari juga mengembangkan berbagai unit usaha penunjang seperti pabrik es, cold storage, restoran, toko ikan asin, serta fasilitas lainnya yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil, khususnya nelayan "katanya".
Tambah Jeje, saya berharap dengan penguatan kembali peran KUD Minasari, kesejahteraan nelayan Pangandaran dapat terus meningkat dan koperasi menjadi motor penggerak ekonomi pesisir yang berkelanjutan "ujarnya", (Hrs)


















































