Jakarta - Di bawah langit Tokyo yang syahdu, 25 pelajar Sekolah Indonesia Tokyo (SIT) berdiri tegap dengan balutan seragam rapi. Jauh dari tanah air, debar jantung mereka bergemuruh bersiap mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus 2026.
"Kita siap membawa kehormatan ini demi kesejahteraan rakyatnya, " ujar Naura, siswi kelas 9 SIT penuh semangat usai dikukuhkan. Naura adalah bagian dari 25 anggota Paskibra KBRI Tokyo 2026 yang melewati proses seleksi dan latihan ketat.
KBRI Tokyo dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (16/8/2026) menyatakan, di balik khidmatnya prosesi pengukuhan tersebut, terselip keheningan penuh empati ketika doa bersama dipanjatkan untuk saudara-saudara yang tertimpa musibah di tanah air.
Suasana haru mendadak menyelimuti penghujung acara pengukuhan. Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, mengajak seluruh peserta dan warga Indonesia di Jepang menundukkan kepala. Mereka memanjatkan doa bersama bagi korban gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Saudara-saudara sekalian, mari kita menundukkan kepala, berdoa untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan dan ketabahan bagi para korban, " tutur Dubes Nurmala Kartini Sjahrir, dengan suara bergetar.
Aksi solidaritas dari Tokyo ini menjadi bukti nyata bahwa meski terpisah jarak ribuan kilometer, ikatan batin dan kepedulian terhadap sesama warga negara di tanah air tetap erat tertanam di hati komunitas Indonesia di Jepang.
















































