Koramil Waringinkurung Bekali Santri Amalul Ummah dengan Kepemimpinan dan Disiplin

1 day ago 3

SERANG – Pondok Pesantren Amalul Ummah bersama Babinsa Koramil 0602-07/Waringinkurung menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di lapangan sepak bola Pondok Pesantren Amalul Ummah, Desa Sampir, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (15/08/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan membentuk santri yang memiliki jiwa kepemimpinan, amanah, berwibawa, beriman, disiplin, dan bertanggung jawab. Materi pelatihan meliputi kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, wawasan kebangsaan, serta pembentukan mental dan karakter.

Kepala Pondok Pesantren Amalul Ummah Ustaz Abi Fajar Suryani mengatakan, LDKS menjadi sarana penting untuk membentuk kepribadian dan integritas santri. “Kami berharap para santri tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga mempunyai jiwa kepemimpinan, disiplin, amanah, berwibawa, serta mampu menjadi teladan di lingkungan masyarakat, ” ujarnya.

Pelatihan didampingi personel Koramil 0602-07/Waringinkurung, yakni Pelda Lukito dan Serda Anas. Materi disampaikan melalui pembinaan fisik dan mental, latihan kedisiplinan, kerja sama, serta kepemimpinan.

Babinsa Desa Sampir Sertu Susanto mengatakan, pembinaan generasi muda merupakan bagian penting dari upaya menciptakan sumber daya manusia berkualitas. “Kami ingin para santri memiliki mental yang kuat, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang dilandasi keimanan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, ” katanya.

Danramil 0602-07/Waringinkurung Kapten Inf La Ode Adinurjaman menegaskan bahwa LDKS merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap generasi muda. “Pembentukan karakter harus dilakukan sejak dini. Melalui LDKS, kami mendorong para santri agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berakhlak, bertanggung jawab, mencintai tanah air, serta mampu menjadi pemimpin yang amanah, ” ujarnya.

Dandim 0602/Serang Kolonel Arm Oke Kistiyanto mengatakan, pembinaan karakter perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi antara TNI, lembaga pendidikan, pesantren, dan masyarakat. “Generasi muda harus dipersiapkan dengan karakter yang kuat, disiplin, beriman, berwawasan kebangsaan, dan memiliki semangat pengabdian. Kami mengapresiasi pembinaan yang dilaksanakan bersama Pondok Pesantren Amalul Ummah, ” tuturnya.

Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi menekankan bahwa pendidikan kepemimpinan juga mencakup kemampuan memimpin diri sendiri. “Seorang pemimpin harus mampu memberikan contoh yang baik, bertanggung jawab, memiliki integritas, serta mampu mengambil keputusan dengan bijaksana. Nilai-nilai tersebut harus ditanamkan kepada generasi muda sejak sekarang, ” katanya.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., turut menekankan pentingnya membangun generasi muda yang berkarakter kuat, beriman, dan mencintai tanah air. “Bangun generasi muda yang beriman, berkarakter, disiplin, memiliki semangat kebersamaan, dan mencintai tanah air. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang harus memiliki integritas serta jiwa pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara, ” tegasnya.

Seluruh rangkaian LDKS berlangsung tertib dan penuh semangat. Para santri mengikuti pembentukan barisan, latihan kedisiplinan, pembinaan mental, serta kegiatan yang menumbuhkan kekompakan dan rasa tanggung jawab.

Melalui kegiatan tersebut, Koramil 0602-07/Waringinkurung bersama Pondok Pesantren Amalul Ummah berupaya membentuk generasi muda yang cakap memimpin serta memiliki akhlak, keimanan, kedisiplinan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. (PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |