Maju atau Tertinggal, Muhammad Lutfi Hanafi: Masa Depan Desa dan Kelurahan Ditentukan oleh Kepemimpinan yang Berani Berinovasi

1 month ago 25

PANGKEP SULSEL - Ketua Komisi II DRPD Kabupaten Pangkajene kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan H. Muhammad Luthfi Hanafi saat dihubungi lewat telpon selulenya saat berada lokasi perkebunan Anggur di jalan Matahari Pangkajene Sabtu (12/7/2026)

Ia mengatakan bahwa keberhasilan program Satu Produk Unggulan Satu Desa dan Kelurahan tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi sangat ditentukan oleh semangat, visi, dan keberanian para pemimpin di tingkat desa, kelurahan, kecamatan hingga organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Legislator Partai Gerindra Kabupaten Pangkep ini berkata bahwa kepemimpinan yang inovatif menjadi kunci untuk mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dijelaskan, Kepala desa dan lurah merupakan ujung tombak pembangunan di wilayahnya masing-masing. Mereka adalah pihak yang paling memahami potensi alam, sumber daya manusia, budaya, hingga peluang usaha yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan. Karena itu, dibutuhkan keberanian untuk melahirkan ide-ide baru yang mampu menggerakkan masyarakat.

Sebaliknya, apabila seorang kepala desa atau lurah hanya menjalankan rutinitas pemerintahan tanpa memiliki gagasan, inovasi, maupun semangat untuk melakukan perubahan, maka perkembangan desa dan kelurahan akan berjalan di tempat. Pola kerja yang sama dari tahun ke tahun hanya akan menghasilkan kondisi yang tidak jauh berbeda dengan sebelumnya.

Dia berkata, Program pembangunan yang hanya berfokus pada kegiatan administratif dan pembangunan fisik tanpa disertai pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal akan sulit menciptakan lapangan kerja baru. Padahal setiap desa memiliki keunggulan yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Peran camat juga sangat menentukan keberhasilan program tersebut. Sebagai koordinator pemerintahan di tingkat kecamatan, camat memiliki tanggung jawab untuk mendorong, membimbing, dan memotivasi seluruh kepala desa dan lurah agar mampu menciptakan inovasi sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Apabila camat hanya menjalankan fungsi administratif tanpa membangun semangat perubahan, maka program pengembangan potensi desa akan berjalan lambat. Dibutuhkan kepemimpinan yang aktif turun ke lapangan, mencari solusi, serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Demikian pula dengan OPD yang memiliki tugas teknis sesuai bidangnya. Dinas-dinas terkait seharusnya tidak hanya menunggu program rutin tahunan, tetapi mampu menghadirkan pembinaan, pelatihan, pendampingan, hingga akses pemasaran bagi produk-produk unggulan desa dan kelurahan.

Lutfi Hanafi jelaskan bahwa efisiensi anggaran memang menjadi tantangan, namun bukan alasan untuk menghentikan inovasi. Banyak daerah yang berhasil membangun ekonomi masyarakat melalui kreativitas, kolaborasi, dan pemanfaatan sumber daya lokal secara maksimal meskipun memiliki keterbatasan anggaran.

Keberhasilan pembangunan ekonomi daerah sesungguhnya lahir dari kemampuan para pemimpin dalam membangkitkan semangat masyarakat. Ketika pemerintah hadir sebagai penggerak, masyarakat akan terdorong untuk ikut berinovasi, berproduksi, dan menciptakan nilai tambah dari potensi yang dimiliki.

Karena itu, evaluasi terhadap kinerja pejabat menjadi hal yang penting. Jabatan publik pada hakikatnya merupakan amanah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemimpin yang mampu menghadirkan perubahan positif tentu layak mendapat dukungan, sementara mereka yang tidak menunjukkan kemajuan perlu terus didorong untuk meningkatkan kinerjanya sesuai mekanisme yang berlaku.

Salah satu contoh yang jadi rujukan adalah keberhasilan  Negara Thailand sebagai dapur dunia, itu karena dapat mengembangkan potensi lokal melalui pendekatan produk unggulan berbasis komunitas. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan yang memiliki visi, ide, motivasi, dan dukungan terhadap pelaku usaha lokal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya bahwa dengan potensi pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kerajinan, hingga sektor pariwisata yang dimiliki banyak desa dan kelurahan di Indonesia, peluang untuk melahirkan produk unggulan sebenarnya sangat besar. Yang dibutuhkan adalah keberanian mengambil langkah, bekerja sama, dan terus berinovasi.

Apabila seluruh unsur pemerintahan, mulai dari kepala desa, lurah, camat, hingga OPD mampu bergerak dengan semangat yang sama, maka program Satu Produk Unggulan Satu Desa dan Kelurahan bukan sekadar slogan, melainkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mempercepat terwujudnya desa serta kelurahan yang mandiri dan sejahtera.( Herman Djide)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |