JAKARTA — Kabar mengejutkan datang dari PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Riri Lenggogeni resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai General Manager Human Capital, sebuah posisi strategis yang selama ini menjadi tulang punggung pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan logistik nasional tersebut.


Pengunduran diri ini efektif per 15 Januari 2026, dengan hari kerja terakhir pada Kamis, 8 Januari 2026. Keputusan tersebut sontak menjadi perbincangan hangat di lingkungan internal JNE, mengingat peran Riri Lenggogeni yang dikenal sebagai figur penguat di tengah dinamika perubahan organisasi.
Bagi banyak karyawan, kepergian Riri Lenggogeni bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan kehilangan sosok pemimpin yang menghadirkan rasa aman, ruang dialog, dan kepercayaan. Selama masa tugasnya, ia tidak hanya membangun sistem dan kebijakan, tetapi juga menumbuhkan budaya kerja yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Di tengah tuntutan transformasi dan pertumbuhan bisnis, kepemimpinan Riri Lenggogeni kerap disebut sebagai penyeimbang. Pendekatan yang tenang, konsisten, dan penuh empati menjadikannya rujukan bagi banyak unit kerja dalam menghadapi perubahan.
Manajemen JNE menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan. Presiden Direktur JNE, M. Feriadi, menegaskan bahwa peran Riri Lenggogeni memiliki dampak jangka panjang bagi organisasi.
“Kontribusi Riri Lenggogeni dalam penguatan manusia dan budaya kerja di JNE sangat signifikan. Fondasi yang telah dibangun akan terus menjadi bekal penting bagi keberlanjutan organisasi, ” ujarnya.
Direktur JNE Chandra Fireta turut menyampaikan bahwa kepemimpinan yang ditunjukkan selama ini meninggalkan jejak yang sulit dilupakan.
“Kepemimpinan yang tenang dan konsisten tersebut telah membentuk cara kerja dan kolaborasi di JNE. Dampaknya akan terus terasa meski yang bersangkutan telah melangkah ke perjalanan berikutnya, ” katanya.
Hal senada disampaikan Edi Santoso, Direktur JNE, yang menilai bahwa perubahan bermakna sering kali baru terasa dalam jangka panjang.
“Tidak semua perubahan langsung terlihat, tetapi kontribusi yang telah diberikan merupakan perubahan bermakna yang akan dirasakan dalam perjalanan organisasi ke depan, ” ungkapnya.
Reaksi emosional juga datang dari internal JNE. Reanaldo, yang akrab disapa Aldo, General Manager JNE, menyebut pengunduran diri Riri Lenggogeni sebagai momen yang cukup berat bagi banyak karyawan.
“Bagi banyak orang di JNE, Riri Lenggogeni bukan hanya pemimpin struktural, tetapi figur penguat. Sosok yang hadir dengan empati, mendengarkan, dan memberi ruang bagi setiap individu untuk bertumbuh, ” ujar Aldo.
Menurutnya, nilai-nilai kepemimpinan yang ditinggalkan akan terus hidup dalam keseharian kerja.
“Kepergian ini memang meninggalkan rasa kehilangan, tetapi juga meninggalkan warisan nilai yang kuat. Itulah yang akan terus kami jaga dan lanjutkan, ” tambahnya.
Bagi JNE, mundurnya Riri Lenggogeni menjadi penanda berakhirnya satu fase penting, sekaligus awal dari perjalanan baru yang akan dilanjutkan dengan fondasi yang telah diperkuat.
Sementara itu, kepada Riri Lenggogeni, keluarga besar JNE menyampaikan terima kasih atas dedikasi, energi, dan kontribusi yang telah diberikan, serta doa terbaik untuk langkah dan pengabdian selanjutnya.
Karena dalam organisasi, figur penguat mungkin berpindah langkah, tetapi nilai dan inspirasi yang ditinggalkan akan terus hidup.zakaria(Bang zeck)



































:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,598,20,0)/kly-media-production/medias/4849524/original/085214000_1717171762-19_WhatsApp_Image_2024-05-31_at_22.15.20__1_.jpeg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382095/original/065022200_1760528961-nova_arianto.jpg)
