Mengubah Masa Lalu Jadi Harapan Baru di Rutan Kelas IIB Barru

5 days ago 4

​BARRU - Di balik dinding tinggi dan kawat berduri, Rutan Kelas IIB Barru menyimpan kisah transformasi yang luar biasa. Alih-alih sekadar menjadi tempat menjalani masa hukuman, rutan ini disulap menjadi wadah pembinaan yang membekali para warga binaannya dengan kedisiplinan, keterampilan, serta harapan baru untuk kembali ke masyarakat.

​Hal tersebut diungkapkan oleh Tono, salah seorang warga binaan Rutan Kelas IIB Barru, dalam sebuah video yang merekam keseharian mereka di dalam rutan, Rabu (19/8/2026).

​"Mungkin yang terlihat dari luar hanyalah tembok dan jeruji, tetapi di baliknya ada kehidupan, ada proses, dan ada harapan untuk menjadi lebih baik, " ujar Tono mengawali kisahnya.

​Setiap hari di Rutan Kelas IIB Barru dimulai dengan kedisiplinan tinggi. Para warga binaan mengawali pagi dengan merapikan tempat tidur, menjaga kebersihan lingkungan, serta melaksanakan berbagai kegiatan positif.

​Dari hal-hal sederhana tersebut, mereka belajar mengenai arti kedisiplinan, tanggung jawab, serta pentingnya kebersamaan antar sesama warga binaan.

​Selain pembinaan fisik dan mental, aspek kerohanian menjadi fondasi utama di Rutan Kelas IIB Barru. Salat berjemaah, kegiatan mengaji, hingga tadarus Al-Qur'an menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian para warga binaan yang beragama Islam.

​Bagi Tono dan rekan-rekannya, kegiatan keagamaan ini bukan sekadar menjalankan ibadah semata, melainkan momentum emas untuk memperbaiki diri, merenungi masa lalu, dan menata kembali lembaran hidup yang lebih bersih.

​Tidak hanya berfokus pada kerohanian, Rutan Kelas IIB Barru juga membekali para warga binaan dengan beragam program keterampilan kerja yang aplikatif. Berbagai program pembinaan kemandirian yang tersedia meliputi:

- ​Sektor Pertanian & Peternakan: Budidaya sayuran (seperti kangkung), peternakan ayam, serta perikanan.

- ​Keterampilan Produksi & Jasa: Pembuatan Paving Block, pertukangan mebel, pelatihan cuk rambut (barber), hingga teknik meracik kopi (coffee shop).

​Melalui program-program ini, para warga binaan dilatih langsung agar memiliki keahlian nyata. Keterampilan yang dipelajari selama di dalam rutan dipersiapkan secara matang agar menjadi modal berharga untuk mandiri dan siap bekerja setelah mereka bebas nanti.

​Bagi Tono, masa penahanan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah kesempatan berharga untuk belajar, berubah, dan mempersiapkan masa depan.

​"Masa lalu mungkin tidak bisa kami ubah, tapi masa depan masih bisa kami perjuangkan, " pungkas Tono penuh optimisme.

​Kisah dari Rutan Kelas IIB Barru ini membuktikan bahwa balik jeruji besi tidak memadamkan semangat seseorang untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama dan masyarakat luas.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |