Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Pembangunan Yonif TP 932/SB

3 hours ago 1

Tuban, – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) beserta rombongan dalam rangka meninjau langsung progres pembangunan Markas Komando (Mako) Batalyon Infanteri (Yonif) TP 932/SB yang berlokasi di Kabupaten Tuban, hari ini Jumat (10/7/2026)

Kedatangan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Hor) (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin beserta rombongan Menhan di area pembangunan Yon TP 932/SB, disambut langsung oleh jajaran petinggi Kodam V/Brawijaya dan unsur Forkopimda Kabupaten Tuban.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin langsung bergerak menuju Batalyon Infanteri (Yonif) TP 932/SB, Setibanya di lokasi, Menhan RI disambut dengan Laporan Resmi dari Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) TP 932/SB Letkol Inf M.Hafidh Wahidiyas serta menerima penghormatan melalui Jajar Kehormatan dari dinas jaga kesatriaan.

Dalam kunjungan tersebut, Menhan RI menerima paparan Laporan Satuan dari Danyonif TP 932/SB terkait perkembangan pangkalan. Berdasarkan paparan, area Yonif TP 932/SB berdiri di atas lahan seluas 56, 5 Hektare (Ha), dengan rincian penggunaan sebagai berikut: Area Bangunan/Mako: 42, 5 Ha (Progres pembangunan berjalan 9 minggu dan telah mencapai 70%). Area Pertanian: 5 Ha (Sudah mulai ditanami padi dan jagung). Area Peternakan: 3 Ha (Fokus pada pengembangan ternak kambing, ayam, bebek, dan mentok).

Saat ini, Yonif TP 932/SB diperkuat oleh 623 personel (terdiri dari 17 Perwira, 182 Bintara, dan 424 Tamtama) atau sekitar 52?ri TOP (Tabel Organisasi dan Peralatan). 

"Harapan kami, kehadiran Yonif TP 932/SB di Kabupaten Tuban ini mampu membantu pertumbuhan ekonomi kerakyatan di tingkat desa maupun daerah melalui Swasembada pangan, " ujar Danyonif TP 932/SB dalam paparannya.

Usai menerima paparan, Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pengarahan garis besar kepada seluruh prajurit Yonif TP 932/SB. Dalam arahannya, Menhan menekankan pentingnya kerja keras dan menegaskan kembali marwah sejati seorang prajurit TNI.

"Untuk kalian Prajurit, keringat kalian digunakan untuk dua hal: keringat yang pertama untuk kesehatan kalian, dan keringat yang kedua untuk membela bangsa dan Negara Indonesia. Keringat kalian bukan untuk kepentingan politik atau bisnis, tapi keringat kalian murni untuk membela NKRI. Terus kompak sesama prajurit, kalian adalah prajurit Bhinneka Tunggal Ika, kalian adalah Prajurit TNI-AD."

Menhan juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pelaksana proyek, dan pemerintah daerah agar kehadiran satuan baru ini nantinya dapat memberikan dampak positif bagi keamanan wilayah serta membantu roda perekonomian masyarakat sekitar Kabupaten Tuban.

Yonif TP 932/SB diproyeksikan menjadi salah satu satuan pemukul yang memiliki kesiapan tinggi dalam menanggulangi berbagai potensi ancaman serta mendukung tugas-tugas operasi militer selain perang (OMSP) di wilayah tersebut.
Sebagai komitmen dan motivasi bagi satuan baru ini, Menhan RI turut menandatangani buku Pesan dan Kesan untuk Yonif TP 932/SB, dilanjutkan dengan sesi foto bersama dengan seluruh personel militer yang hadir.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan di Kabupaten Tuban selesai, Menhan RI beserta rombongan langsung melaksanakan take off menggunakan helikopter menuju agenda kunjungan kerja berikutnya di Brigif TP 33/NS dan MA Yonif TP 885/BP yang berada di Kabupaten Bojonegoro.

Turut hadir dalam rombongan Menhan RI antara lain Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (Wapang TNI), Letjen TNI Muhammad Saleh Mustaf (Wakasad), Marsdya TNI Yusuf Jauhari, S.Sos., M.Eng. (Kabaloghan Kemhan RI), para pejabat Kemhan, perwakilan dari Mabesad, serta di dampingi Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si. (Kasdam V/Brw) dan komandan satuan kewilayahan setempat Kolonel Inf Batara Alex Bulo (Danrem 082/CPYJ), Kolonel Inf Tomi Lubis (Aspers Kasdam V/Brawijaya), Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo S.M, M.M (Dandim 0811/Tuban), dan Letkol Inf M. Hafidz Wahidiyas (Danyon Yon TP 932/SB)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |