TANGERANG - Keberadaan tempat pemotongan ayam yang beroperasi di lahan pengairan di Kampung Tengkolo Rt 02/02, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang di tengah pemukiman yang diduga menimbulkan bau busuk menyengat akhirnya terungkap ke publik ketika wartawan datang meliput.
Namun yang menarik perhatian, kehadiran wartawan justru membuat oknum anggota Polsek Pakuhaji yang juga Bhabinkamtibmas Desa Gaga dan oknum aparatur Desa Gaga yang juga kepala dusun (Kadus) tampak gelisah, kalang kabut, seolah-olah ada sesuatu yang sengaja ditutupi atau disembunyikan.
Selama berhari - hari bau busuk selalu tercium yang diduga hasil pembuangan limbah pemotongan ayam yang dibuang sembarangan ke selokan dan tanah, yang saat ini menumpuk membusuk sehingga menimbulkan bau tidak sedap.
Ketika wartawan tiba di lokasi untuk meliput fakta di lapangan, suasana berubah drastis. Oknum anggota Polsek Pakuhaji inisial S dan oknum aparatur Desa Gaga inisial E yang sebelumnya sering terlihat di lokasi tanpa melakukan penindakan, tiba-tiba tampak panik.
Mereka berusaha menutupi apa yang terjadi, terkesan menghalangi tugas profesi wartawan dan berusaha menutupi jejak kegiatan tersebut. Oknum Bhabinkamtibmas dan oknum aparatur Desa Gaga bahkan terlihat berusaha menyembunyikan dengan melakukan klarifikasi bahwa usaha tersebut aman.
Tampak terlihat di video yang berdurasi 1:30 detik yang dikirim oleh Kapolsek Pakuhaji ke wartawan, terlihat oknum aparatur Desa Gaga dan oknum Bhabinkamtibmas mengatakan bau dari limbah potong ayam aman, padahal bau sangat menyengat.
"Saya mandor wilayah sini, terkait pemotongan ayam aman tidak ada apa - apa yah, masyarakat tidak ada yang komplain dan menyerap tenaga kerja, " ucap oknum aparatur Desa Gaga inisial E di video, Jumat (21/8/2026).
Sementara itu masih di video yang sama tampak terlihat Bhabinkamtibmas Desa Gaga yang juga anggota Polsek Pakuhaji inisial S, kalang kabut dan langsung klarifikasi untuk menutupi kejadian yang sebenarnya, dengan mengatakan hal yang sama seperti oknum aparatur Desa Gaga.
"Izin komandan menyampaikan disini ada pak rw dan karyawan pemotongan ayam, alhamdulillah informasi dari pak mandor dan pak rw masyarakat tidak ada yang komplain, dan sangat membantu masyarakat, " tutur oknum Bhabinkamtibmas Desa Gaga, inisial S dalam video berdurasi 1:30 detik.
Diketahui sebelumnya oknum aparatur Desa Gaga yang juga kepala dusun (Mandor) inisial E menyebut, ada beberapa warga yang komplain adanya pemotongan ayam yang diduga menimbulkan bau busuk dari pembuangan limbahnya.
Selain itu, oknum aparatur Desa Gaga tersebut memberikan alamat lengkap lokasi tempat pemotongan ayam kepada wartawan. Akan tetapi oknum aparatur Desa Gaga berubah seketika mendukung pemotongan ayam tersebut bersama oknum Bhabinkamtibmas Desa Gaga mencoba menghalangi wartawan.
Tindakan menghalangi peliputan dan sikap gelisah oknum tersebut memicu kecurigaan semakin dalam. Wartawan menduga kuat adanya kepentingan bersama, sehingga mereka berusaha sekuat tenaga membekingi usaha pemotongan ayam tersebut, agar fakta yang ada tidak terungkap ke publik.(Igr/Spyn).







































