Panen Jagung di Lahan SAE, Lapas Kelas IIB Slawi Wujudkan Pembinaan Kemandirian dan Dukung Ketahanan Pangan

1 month ago 18

Slawi, Jumat (26/06/2026) – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan panen jagung yang dilaksanakan di lahan SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemanfaatan lahan produktif sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang tengah digalakkan di lingkungan pemasyarakatan secara nasional.

Panen jagung tersebut melibatkan petugas bersama warga binaan yang selama ini aktif mengikuti program pertanian di lahan SAE. Hasil panen menjadi bukti nyata dari proses pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga peningkatan keterampilan dan produktivitas warga binaan. Program pertanian di lapas juga sejalan dengan berbagai program ketahanan pangan yang diterapkan di sejumlah lapas di Indonesia.    

Kepala Lapas Kelas IIB Slawi, Edi Kuhen, menyampaikan bahwa kegiatan panen jagung ini merupakan bentuk implementasi pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan bercocok tanam sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Selain itu, pemanfaatan lahan SAE diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dan mendukung kebutuhan pangan internal lapas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan kemandirian kepada warga binaan. Hasil panen ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata, ” ujarnya.

Suasana panen berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Warga binaan terlihat antusias memanen jagung yang telah melalui proses penanaman, perawatan, hingga masa panen. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan sektor pertanian di lingkungan Lapas Kelas IIB Slawi.

Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Slawi terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang produktif, inovatif, dan bermanfaat, sehingga warga binaan dapat memiliki keterampilan yang berguna untuk kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |