BANDUNG – Panglima Kodam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., mengajak para pengusaha dan pelaku industri di Kabupaten Bandung meningkatkan kepatuhan terhadap pengelolaan lingkungan serta berperan aktif menyukseskan Program Citarum Harum.
Ajakan tersebut disampaikan Pangdam III/Siliwangi dalam acara tatap muka dengan para pengusaha industri yang berlangsung di Meeting Room Sharon Bakery, Jalan Rancajigang Nomor 180, Kabupaten Bandung, Selasa (14/7/2026), pukul 10.00 WIB.
Kegiatan itu dihadiri jajaran Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Sekretariat Satgas PPK DAS Citarum Harum, pejabat Kodam III/Siliwangi, pimpinan perusahaan, serta pelaku industri di wilayah Kabupaten Bandung.
Dalam sambutannya, Pangdam menegaskan bahwa Sungai Citarum merupakan aset strategis yang keberadaannya menopang kebutuhan air bersih, irigasi pertanian, pembangkit listrik, hingga berbagai aktivitas ekonomi masyarakat Jawa Barat.
“Menjaga kelestarian Sungai Citarum bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dunia industri memiliki peran penting untuk memastikan setiap aktivitas usaha dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan, ” kata Mayjen TNI Kosasih.
Menurutnya, selama delapan tahun pelaksanaan Program Citarum Harum, berbagai kemajuan telah berhasil dicapai. Namun, sejumlah tantangan di lapangan masih membutuhkan perhatian, komitmen, dan langkah nyata seluruh pemangku kepentingan.
Pangdam mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Pertumbuhan industri tidak boleh mengabaikan dampak aktivitas produksi terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.
“Kepatuhan terhadap pengelolaan lingkungan bukan sekadar memenuhi kewajiban. Hal tersebut merupakan investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperkuat daya saing perusahaan, dan menjamin keberlangsungan usaha, ” tegasnya.
Keberhasilan Program Citarum Harum, lanjut Pangdam, membutuhkan sinergi pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat melalui kolaborasi Pentahelix. Seluruh unsur harus membangun komunikasi dan koordinasi untuk menyelesaikan persoalan lingkungan secara terpadu.
Pangdam juga meminta setiap perusahaan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan hidup, mengoptimalkan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab, serta menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari budaya kerja perusahaan.
“Mari kita jadikan Kabupaten Bandung sebagai contoh kawasan industri yang maju, produktif, berdaya saing, dan tetap berwawasan lingkungan. Dengan semangat gotong royong dan komitmen bersama, Sungai Citarum yang bersih, sehat, dan berkelanjutan dapat kita wujudkan, ” ujarnya.
Melalui kegiatan tatap muka tersebut, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen yang semakin kuat antara pemerintah, TNI, pengelola industri, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai Citarum.
Forum tersebut juga menjadi ruang komunikasi untuk mendorong praktik industri yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan pengawasan pengelolaan limbah, serta memperkuat tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar kawasan industri. (PERS)

















































