BANDUNG - Di era digital yang penuh tantangan, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menyampaikan imbauan krusial kepada generasi muda dan para santri. Beliau menekankan pentingnya filterisasi informasi agar tidak terjerumus pada pemahaman agama yang keliru dan berpotensi membahayakan.
Pesan ini disampaikan langsung oleh Pangdam III/Siliwangi saat berdialog dengan awak media di Markas Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung. Beliau menggarisbawahi bahwa pemahaman ajaran Islam harus teguh berpegang pada sumber utamanya, yaitu Al-Qur'an dan hadis, serta diperoleh melalui bimbingan para ulama dan guru yang kompeten.
Mayjen TNI Kosasih menyoroti betapa pentingnya membekali generasi muda dan santri dengan pemahaman agama yang komprehensif dan utuh. Hal ini bertujuan agar mereka memiliki benteng kuat terhadap narasi-narasi menyesatkan yang mengatasnamakan agama, namun justru berpotensi menimbulkan mudarat bagi diri sendiri, orang lain, maupun tatanan masyarakat.
Menurut pandangan Pangdam, inti ajaran agama sejatinya adalah membawa pesan kebaikan, keselamatan, cinta kasih, dan kemaslahatan universal. Oleh karena itu, segala bentuk ajakan yang mendorong tindakan ekstrem, kekerasan, atau merusak tatanan kehidupan tidak sepatutnya diterima begitu saja sebagai bagian dari ajaran agama yang luhur.
"Jangan sampai generasi muda, khususnya para santri, terpengaruh pemahaman yang keliru. Islam itu berpedoman pada Al-Qur'an dan hadis. Jangan sampai ada yang memahami bahwa tindakan merusak diri sendiri atau orang lain itu seolah-olah bagian dari jalan agama, " ujar Mayjen TNI Kosasih.
Lebih lanjut, Mayjen TNI Kosasih mengingatkan bahwa semangat religiusitas harus senantiasa beriringan dengan kecintaan pada tanah air, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen yang kuat untuk menjaga persatuan bangsa. Beliau optimis bahwa pemahaman agama yang benar akan membentuk pribadi yang damai, bijaksana, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan yang sama, Pangdam III/Siliwangi juga menggarisbawahi peran vital keluarga, institusi pesantren, lembaga pendidikan formal, para tokoh agama, serta lingkungan sosial dalam membentengi generasi muda dari ancaman paham-paham yang menyimpang. Pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan dinilai sebagai kunci agar generasi muda mampu menyaring informasi keagamaan dengan lebih kritis.
Mayjen TNI Kosasih juga menegaskan peran strategis media dalam menyajikan informasi yang mendidik, menyejukkan, dan memperkuat pemahaman masyarakat. Pemberitaan yang bertanggung jawab diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam upaya menjaga kerukunan dan memperkokoh ketahanan bangsa.
Pesan mendalam dari Pangdam III/Siliwangi ini menjadi pengingat kolektif bahwa upaya melindungi generasi muda dan santri dari paham menyimpang tidak hanya melalui pendekatan keamanan, melainkan juga melalui jalur pendidikan, keteladanan yang baik, penguatan karakter, serta penanaman pemahaman agama yang lurus, toleran, dan damai. (PERS)



































