Pemkab Morowali Perkuat Kompetensi Guru melalui Pelatihan Deep Learning dan PID

2 weeks ago 5

MOROWALI, Sulawesi Tengah– Pemerintah Kabupaten Morowali terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) bagi Pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Komunitas Belajar Kabupaten Morowali Tahun 2026.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Morowali yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, Drs. Yusman Mahbub, M.Si, di Hotel Soldadu, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Selasa (1/9/2026).

Dalam sambutannya, Yusman Mahbub menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari dunia pendidikan. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam menciptakan generasi yang berkualitas sehingga dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Kalau kita ingin anak-anak kita pintar, maka guru-gurunya harus lebih dahulu pintar. Guru harus terus belajar karena dunia pendidikan terus berkembang, ” ujarnya.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi yang semakin pesat harus menjadi peluang bagi dunia pendidikan untuk terus berinovasi. Pemanfaatan teknologi digital, termasuk Papan Interaktif Digital, diharapkan dapat membantu menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Pemerintah Kabupaten Morowali, lanjutnya, terus memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan melalui berbagai program dan inovasi. Digitalisasi pendidikan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperluas kemampuan guru dalam menghadapi perubahan di era teknologi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Morowali, Arifin Lakane, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa guru dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian.

Hal tersebut penting agar guru mampu menciptakan proses pembelajaran yang bermakna, relevan, menyenangkan, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

“Karena itu, dibutuhkan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning yang mampu mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, dan aktif dalam proses pembelajaran, ” jelasnya.

Menurut Arifin, penerapan pembelajaran mendalam tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik untuk memahami, menganalisis, dan menerapkan pengetahuan dalam berbagai situasi.

Sementara itu, Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Morowali, Isman Hidayat, S.Pd., M.M, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus KKG dan komunitas belajar.

Para peserta diharapkan mampu menjadi penggerak, fasilitator, dan pendamping dalam penerapan pembelajaran mendalam serta pemanfaatan Papan Interaktif Digital di sekolah masing-masing.

Pelatihan ini dilaksanakan selama tujuh hari, mulai 1 hingga 7 September 2026, dan terbagi dalam dua tahap, yakni 1–4 September serta 4–7 September 2026.

Peserta kegiatan terdiri dari pengurus KKG gugus, pengurus komunitas belajar, serta para guru. Untuk memperkuat materi pelatihan, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Widyaiswara BGTK Provinsi Sulawesi Tengah, Tim Nasional Digitalisasi Pembelajaran Direktorat SD dan SMP, serta fasilitator digitalisasi pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Morowali berharap para guru dapat terus meningkatkan kompetensi dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif dan berkualitas.

“Transformasi pendidikan harus dimulai dari guru yang terus belajar, berinovasi, dan siap menghadapi perkembangan zaman, ” demikian semangat yang diharapkan dapat terus tumbuh melalui pelatihan tersebut. (IKP/Tar)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |