Pengemudi Ojol di Tangerang Demo, Tolak Disebut UMKM dan Tuntut Perlindungan, Polsek Tangerang Berikan Pelayanan Humanis

9 hours ago 4

TANGERANG — Puluhan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Serikat Pengemudi Transportasi Indonesia (SEPETA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Taman Gajah Tunggal, Babakan, Kota Tangerang, Jumat (28/8/2026).

Sekitar 35 orang mengikuti aksi yang berlangsung mulai pukul 14.30 WIB hingga 16.40 WIB tersebut. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan terkait status dan perlindungan hukum bagi pengemudi ojol serta kurir platform digital.

Salah satu tuntutan utama massa adalah menolak pengkategorian pengemudi ojol dan kurir platform sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut massa aksi, status tersebut dinilai tidak menggambarkan kondisi kerja pengemudi yang masih berada di bawah aturan perusahaan aplikasi.

Dalam orasinya, massa menilai tarif, sistem kerja hingga sanksi terhadap pengemudi ditentukan oleh aplikator.

Selain persoalan status, para pengemudi juga mendesak pemerintah memberikan perlindungan sosial bagi pekerja platform, termasuk akses terhadap jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan.

Mereka juga menyuarakan agar pemerintah memberikan pengakuan yang lebih jelas terhadap ojol dan kurir platform sebagai pekerja yang memiliki hak untuk berserikat serta melakukan perundingan secara kolektif.

Koordinator lapangan aksi, Dinu Triharyanto, mengatakan para pengemudi datang untuk menyampaikan aspirasi secara tertib.

"Kami SEPETA anggotanya terdidik. Insyaallah aksi ini berjalan dengan tertib. Untuk kawan-kawan yang mau orasi, mengeluarkan isi hatinya dipersilakan, " ujar Dinu saat membuka aksi.

Salah seorang peserta aksi, Elin, turut menyampaikan alasan penolakan terhadap pengkategorian ojol sebagai UMKM. Menurut dia, banyak orang memilih menjadi pengemudi ojol karena keterbatasan lapangan pekerjaan.

"Kita menjadi ojol itu pilihan yang terpaksa karena sulitnya mencari kerja. Tidak ada jaminan untuk ojol, dari BPJS maupun yang lain, " katanya.

Aksi tersebut mendapat pengamanan dan pemantauan dari jajaran Polres Metro Tangerang Kota. Sebanyak sekitar 15 personel diterjunkan untuk memberikan pelayanan dan memastikan kegiatan berlangsung aman.

Kapam Objek Kompol Suyatno mengingatkan anggotanya agar mengedepankan pendekatan humanis selama mengawal jalannya aksi.

"Berikan pelayanan secara humanis. Jaga sikap, ucapan dan tindakan agar tidak menimbulkan ketersinggungan kepada massa aksi, " ujar Suyatno dalam arahannya.

Polisi juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan selama massa menyampaikan aspirasi.

Aksi berlangsung dengan orasi dan penyampaian tuntutan. Massa juga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum melanjutkan penyampaian aspirasi.

Sekitar pukul 16.33 WIB, massa membubarkan diri setelah melakukan foto bersama. Polisi kemudian menggelar apel konsolidasi.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |