Perang Melawan Narkoba di Morowali, Muhammadiyah Nyatakan Dukungan Penuh untuk BNNK

5 hours ago 3

MOROWALI, Sulawesi Tengah– Upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Kabupaten Morowali mendapat dukungan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Morowali.

Muhammadiyah menilai persoalan narkoba tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat agar upaya pencegahan dapat dilakukan lebih luas, terutama untuk melindungi generasi muda.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua PDM Morowali, Taufan Tandjing, saat menerima kunjungan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Morowali, AKBP Ricky Lesmana, SH., MH., di Kantor PDM Morowali, Jumat (28/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara BNNK Morowali dan Muhammadiyah dalam memperkuat gerakan antinarkoba di daerah.

AKBP Ricky Lesmana disambut langsung Taufan Tandjing. Dalam pertemuan itu, Ketua PDM Morowali didampingi Sekretaris PDM Darson dan pengurus PDM Amin Cega.

Berbagai hal dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari pentingnya pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak dini hingga perlunya memperkuat peran keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat dalam menghadapi ancaman narkoba.

Taufan menegaskan, narkoba bukan sekadar persoalan hukum. Dampaknya dapat merusak kehidupan individu, menghancurkan keluarga dan mengancam masa depan generasi muda.

“Narkoba bukan hanya sekadar masalah kriminalitas. Narkoba juga merupakan wujud krisis moral dan kemanusiaan yang saat ini menggerogoti fondasi bangsa kita dari dalam, ” kata Taufan.

Menurut mantan Komisioner KPU Morowali tersebut, persoalan narkotika telah menimbulkan dampak yang luas di tengah masyarakat. Karena itu, penanganannya membutuhkan pendekatan bersama dan tidak berhenti pada proses penindakan.

“Setiap hari kita selalu dipertontonkan oleh ribuan nyawa yang terancam, keluarga yang hancur, dan masa depan generasi bangsa yang terenggut oleh jeratan zat adiktif, ” ujarnya.

Taufan menilai seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab dalam mencegah semakin luasnya penyalahgunaan narkoba. Kesadaran tersebut, kata dia, penting agar masyarakat tidak bersikap pasif ketika ancaman narkotika semakin dekat dengan lingkungan mereka.

“Kita tidak bisa hanya berpangku tangan atau menganggap ini sebagai urusan aparat penegak hukum. Ini adalah tanggung jawab moral bersama seluruh elemen masyarakat, ” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah BNNK Morowali yang mengedepankan pendekatan komprehensif dalam menangani persoalan narkotika. Menurut Taufan, pemberantasan harus berjalan beriringan dengan pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi.

“Saya selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Morowali menyatakan dukungan penuh terhadap program BNNK Morowali. Program ini bukan hanya tentang penangkapan dan penghukuman, meskipun itu penting. Lebih dari itu, BNNK Morowali hadir dengan pendekatan menyeluruh dari sisi Pencegahan, Pemberantasan, Pengobatan dan Rehabilitasi, ” ungkapnya.

Taufan secara khusus menyoroti pentingnya rehabilitasi bagi pengguna narkotika. Ia menilai mereka yang telah terjerat membutuhkan kesempatan untuk menjalani pemulihan dan kembali menjalani kehidupan secara produktif.

“Pimpinan Daerah Muhammadiyah Morowali mendukung BNNK Morowali karena rehabilitasi bukanlah hukuman. Pengguna narkoba adalah korban yang membutuhkan pertolongan medis, bukan sekadar tersangka. Dengan pendekatan rehabilitasi, kita memberikan harapan kepada mereka untuk kembali menjadi manusia yang produktif, ” jelasnya.

Menurutnya, penguatan pencegahan berbasis masyarakat juga harus menjadi perhatian. Edukasi mengenai bahaya narkoba perlu terus dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah maupun komunitas masyarakat.

Muhammadiyah Morowali, kata Taufan, siap membuka ruang kerja sama dengan BNNK Morowali melalui berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat diwujudkan dalam program nyata yang menyentuh masyarakat hingga ke tingkat bawah.

“BNNK Morowali tidak harus bekerja sendiri. Karena itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Morowali perlu berkolaborasi dalam upaya penanganan narkoba di daerah yang kita cintai ini, ” pungkas Taufan.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |