Lawu Ds (13/08/2026) - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds bersama TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar hutan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui Apel Siaga di Pos Kucur, Petak 232 A-2, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kuwiran, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Dungus, Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Selasa (12/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kesiapan personel, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan memastikan respons cepat apabila terjadi kebakaran selama musim kemarau. Apel siaga dilanjutkan dengan simulasi pemadaman dan patroli terpadu di kawasan hutan.
Apel diikuti jajaran Perhutani BKPH Wilis Utara KPH Lawu Ds, BKPH Dungus KPH Madiun, Polsek Kare, Polsek Wungu, Koramil Kare, Babinsa Kare, Randualas, Bodag, dan Wungu, Camat Kare dan Wungu, Kepala Desa Kuwiran dan Wungu, Masyarakat Peduli Api (MPA), Lembaga Masyarakat Pengelola Sumber Daya Hutan (LMPSDH), BKPH Brumbun, BKPH Mojorayung, BKPH Wilis, Polmob KPH Madiun, serta masyarakat sekitar hutan.
Administratur KPH Lawu Ds melalui Kepala BKPH Wilis Utara, Endro Yulianto, mengatakan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam mencegah dan menangani Karhutla. Menurutnya, pengendalian kebakaran tidak hanya bergantung pada kesiapan personel dan sarana prasarana, tetapi juga membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan serta kepedulian masyarakat.
“Perhutani KPH Lawu Ds terus memperkuat pencegahan melalui patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, kesiapan pos siaga, dan koordinasi dengan TNI-Polri, pemerintah daerah, serta pihak terkait. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam menjaga kawasan hutan dan berharap seluruh personel semakin siap dan responsif menghadapi potensi kebakaran, ” ujar Endro.
Sementara itu, Kapolsek Kare AKP Gunawan mengatakan apel siaga dan simulasi menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman serta memastikan kesiapan personel dalam menjalankan prosedur penanganan Karhutla.
“Kebakaran hutan dan lahan merupakan ancaman yang berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan perekonomian. Karena itu, sinergi Perhutani, TNI-Polri, pemerintah, dan masyarakat harus terus diperkuat agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini, ” ungkapnya.
Gunawan menegaskan TNI-Polri siap mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui patroli bersama serta respons cepat terhadap laporan masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan atau aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.
Usai apel, peserta mengikuti simulasi pemadaman menggunakan sarana pemadaman milik Perhutani. Kegiatan dilanjutkan dengan patroli terpadu untuk memantau kondisi kawasan sekaligus memastikan tidak terdapat potensi titik api.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Lawu Ds bersama TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat berkomitmen memperkuat koordinasi, patroli, deteksi dini, dan edukasi sebagai upaya menjaga kawasan hutan tetap aman dari ancaman Karhutla selama musim kemarau.@Red.






































