Ngawi – Dalam upaya memperkuat pemahaman mengenai pentingnya tata kelola hutan yang berkelanjutan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi menggelar kegiatan Sosialisasi Lingkungan Fisik dan Survei Keanekaragaman Hayati (Biodiversity) pada Kamis (06/08/2026).
Bertempat di Ruang Tectona KPH Ngawi, kegiatan edukatif ini diikuti secara antusias oleh puluhan peserta magang yang terdiri dari siswa SMK dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Kepala Sub Seksi (KSS) K3L KPH Ngawi, Ajid Suwanto. Dalam pemaparannya, Ajid menekankan bahwa pengelolaan hutan tidak hanya berfokus pada aspek pemanfaatan hasil kayu, melainkan wajib diimbangi dengan pemantauan kondisi lingkungan fisik serta perlindungan ekosistem di dalamnya.
Dalam sesi pertama mengenai pemantauan lingkungan fisik, Ajid Suwanto menjelaskan lima poin utama yang menjadi acuan dalam pengelolaan hutan ramah lingkungan.
Memetakan setiap potensi perubahan ekosistem yang timbul dari aktivitas pengelolaan hutan, memprioritaskan dampak signifikan agar tindakan pencegahan dan penanganan dapat berjalan efektif, merumuskan dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL), memanfaatkan data pemantauan sebagai dasar evaluasi berkelanjutan demi meningkatkan kualitas tata kelola hutan, dan memberikan pemahaman teknis mengenai tata cara pemantauan parameter fisik di lapangan, mencakup pengukuran tingkat erosi tanah, penghitungan debit sedimen air, hingga pencatatan curah hujan harian.
Memasuki sesi kedua, peserta dibekali wawasan teknis mengenai pelaksanaan survey biodiversity di kawasan hutan KPH Ngawi. Adapun sasaran dan tujuan utama dari survei keanekaragaman hayati ini meliputi
Peta Keberadaan dan Status Satwa: Mengetahui secara pasti keberadaan, pola penyebaran, serta status perlindungan satwa liar sesuai dengan peraturan perundang-undangan pemerintah yang berlaku.
Pengumpulan Data Vegetasi dan Satwa: Memperoleh database komprehensif mengenai keanekaragaman jenis serta tingkat populasi flora dan fauna di dalam kawasan.
Analisis Komunitas Habitat: Memperoleh data kesamaan komunitas antar-tipe habitat untuk memahami jejaring ekologi lokal.
Evaluasi Konservasi Manajemen: Mengukur serta memastikan efektivitas langkah penanganan dan konservasi keanekaragaman hayati yang telah dijalankan oleh pihak manajemen KPH Ngawi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, KPH Ngawi berharap para siswa dan mahasiswa magang tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga memahami implementasi praktis standar pengawasan lingkungan di lapangan. Langkah ini merupakan komitmen berkelanjutan Perhutani dalam mencetak generasi muda yang peduli terhadap kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati Indonesia.@Red.
















































