PUNCAK - Kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 621/Manuntung (Mtg) Koops HABEMA. Prajurit TNI membagikan makanan bergizi gratis kepada warga Kampung Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Satgas Yonif 621/Mtg, Letda Inf Nababan. Sejumlah warga, mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu, menerima makanan siap saji yang dibagikan prajurit di wilayah penugasan.
Aksi ini menjadi salah satu bentuk kepedulian prajurit TNI terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus upaya mempererat hubungan antara aparat keamanan dan warga di Distrik Sinak.
“Pembagian makanan bergizi gratis ini merupakan komitmen kami untuk terus hadir membantu kesulitan rakyat di sekelilingnya, sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat kesehatan dan gizi generasi muda di pelosok Papua, ” ujar Letda Inf Nababan.
Warga Gigobak Sambut Hangat Prajurit
Kedatangan personel Satgas Yonif 621/Mtg bersama anggota Polri mendapat sambutan positif dari masyarakat Kampung Gigobak. Warga berkumpul dengan tertib di area terbuka untuk menerima makanan yang dibagikan.
Tidak hanya menjadi momentum berbagi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan prajurit untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Interaksi yang berlangsung hangat diharapkan semakin memperkuat kedekatan TNI dan warga di wilayah Sinak.
Satgas Yonif 621/Mtg menilai keterlibatan langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan selama menjalankan tugas di Papua Tengah.
Dorong Gizi dan Kebersamaan di Pelosok Papua
Pembagian makanan bergizi gratis tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga, terutama anak-anak yang membutuhkan asupan makanan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang.
Koops HABEMA juga berharap kegiatan sosial semacam ini dapat memperkuat kebersamaan antara TNI, Polri dan masyarakat serta menciptakan suasana yang semakin kondusif di Distrik Sinak.
Melalui kegiatan tersebut, Satgas Yonif 621/Mtg menunjukkan bahwa keberadaan prajurit di wilayah penugasan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dan kepedulian bersama masyarakat.
(PERS)
















































