Ngawi – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi menghadiri kegiatan Focused Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Ngawi yang diselenggarakan di Aula Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Ngawi, Kamis (13/8/2026).
Hadir mewakili Perhutani KPH Ngawi dalam agenda tersebut, yakni Wakil Administratur KPH Ngawi Barat selaku Koordinator Keamanan (Korkam), Dony Supriyanto, serta Komandan Regu Polisi Hutan Mobil (Danru Polhutmob) KPH Ngawi, Jumadi.
Kegiatan FGD dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi dan menghadirkan akademisi dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur sebagai pemateri utama.
FGD ini diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam memetakan serta menyusun kerangka penanganan darurat karhutla yang terintegrasi di wilayah Kabupaten Ngawi. Terdapat lima poin utama yang menjadi fokus pembahasan dalam diskusi tersebut, meliputi:
Ambang Batas Peringatan Dini: Penetapan indikator dan parameter tingkat kerawanan karhutla sebagai acuan siaga bencana.
Kebijakan dan Strategi: Merumuskan arah kebijakan serta langkah persuasif maupun operasional dalam pencegahan karhutla.
Tujuan dan Sasaran: Menentukan target jangka pendek dan panjang untuk menekan potensi serta dampak kebakaran hutan dan lahan.
Konsep Operasi dan Sasaran Tindakan: Penyusunan skenario teknis pemadaman, evakuasi, dan koordinasi antarinstansi di lapangan.
Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana: Pembagian peran dan penyusunan rantai komando terpadu agar penanganan saat terjadi tanggap darurat berjalan cepat dan terstruktur.
Melalui kehadiran Perhutani KPH Ngawi dalam FGD ini, diharapkan sinergi antara Perhutani, BPBD, akademisi, dan instansi terkait di Kabupaten Ngawi semakin kuat dalam menjaga kelestarian kawasan hutan serta mengantisipasi potensi ancaman karhutla secara lebih terencana dan terukur.@Red.


















































