Madura (25/06/2026) - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura, memfasilitasi kegiatan sosialisasi Dana Pensiun Perhutani (Dapen), terkait peralihan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) menjadi Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi para pensiunan Perhutani di wilayah kerja KPH Madura. Kegiatan berlangsung di Aula Siemonget Kantor Perhutani KPH Madura pada Kamis, (25/06/2026).
Sosialisasi ini dihadiri oleh Departemen Pelayanan Kantor Pusat, Perhutani KPH Madura, Perhutani Divre Jatim, Direktur Pengembangan dan Kepesertaan Dana Pensiun Perhutani (Dapen) Perum Perhutani, serta para pensiunan Perhutani yang menjadi peserta program pensiun. Dalam kegiatan tersebut dijelaskan secara rinci mengenai perubahan sistem pengelolaan dana pensiun, manfaat yang diterima peserta, serta mekanisme iuran dan pengembangannya dalam skema baru PPIP.
Administratur Perhutani KPH Madura Bima Andrayuwana dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada jajaran Dana Pensiun Perhutani, serta para peserta pensiunan yang hadir. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah strategis untuk menjelaskan perubahan program sekaligus meningkatkan pemahaman peserta.
"Menurut Bima, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman terkait peralihan skema Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) menjadi Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) yang merupakan bagian dari upaya transparansi dan edukasi kepada para peserta pensiun, khususnya dalam menghadapi perubahan sistem pengelolaan dana pensiun yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi ekonomi dan regulasi terkini, " terangnya.
Direktur Pengembangan dan Kepesertaan Dana Pensiun Perhutani (Dapen) Perum Perhutani Toni Kuspuja Haryanto, dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa program pensiun iuran pasti memberikan fleksibilitas lebih kepada peserta. "Dalam skema ini, manfaat pensiun yang diterima bergantung pada akumulasi iuran serta hasil pengembangannya, berbeda dengan skema manfaat pasti yang menetapkan besaran manfaat secara tetap, " ungkapnya.
Ia, menambahkan bahwa skema baru ini mendorong peserta untuk lebih aktif memantau dan mengelola dana pensiunnya. "Dalam sesi pemaparan, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung serta mengajukan pertanyaan terkait teknis pelaksanaan, hak dan kewajiban peserta, serta simulasi manfaat pensiun yang akan diterima di masa mendatang, " tambahnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para peserta yang mengapresiasi adanya sosialisasi tersebut karena dinilai memberikan kejelasan terhadap perubahan kebijakan yang cukup signifikan. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para pensiunan dapat memahami secara utuh perubahan program pensiun yang akan diterapkan
Salah satu peserta sosialisasi, Hartono, menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia, menilai selain memberikan pemahaman mengenai perbedaan kedua program, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi bagi para pensiunan.@Red.

















































