LEBAK — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan Polda Banten. Melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Polda Banten menggelar panen raya jagung Kuartal III Tahun 2026 di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (26/8/2026).
Panen raya tersebut menghasilkan sekitar **20 ton jagung dari lahan seluas 10 hektare**. Hasil produksi itu selanjutnya langsung diserahkan kepada Perum Bulog sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan sekaligus memastikan penyerapan komoditas pertanian berjalan optimal.
Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Yudhis Wibisana mengatakan, panen raya tersebut merupakan wujud nyata dukungan kepolisian terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Panen jagung dari lahan seluas 10 hektare ini menghasilkan sekitar 20 ton. Hasil panen tersebut selanjutnya langsung diserahkan kepada Perum Bulog untuk mendukung ketersediaan dan penyerapan komoditas jagung, ” ujar Yudhis.
Menurutnya, keterlibatan Polda Banten dalam kegiatan pertanian tidak hanya sebatas mendukung proses produksi, tetapi juga mendorong agar hasil panen masyarakat dapat terserap dengan baik.
“Kegiatan panen raya ini menjadi bagian dari komitmen Polda Banten dalam mendukung ketahanan pangan. Melalui kegiatan ini, Polda Banten berupaya bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ketersediaan pangan, ” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara aparat, pemerintah, dan para pemangku kepentingan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan panen raya jagung ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, ” tutur Yudhis.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wadirreskrimsus Polda Banten AKBP Herfio Zaki, Kapolsek Cimarga AKP Pipih Iwan, serta personel Ditreskrimsus Polda Banten.
Dengan hasil panen mencapai 20 ton, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketersediaan jagung, tetapi juga menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam membangun ketahanan pangan di wilayah Banten.











































