Polda Jateng Ingatkan Orang Tua: Jangan Biarkan Anak Terjebak Aksi yang Berpotensi Ricuh

4 hours ago 1

SEMARANG - Polda Jawa Tengah meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama ketika terdapat kegiatan penyampaian aspirasi yang berpotensi berlangsung tidak kondusif.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif untuk melindungi anak dari risiko berada di tengah situasi yang dapat membahayakan keselamatan sekaligus menjaga agar kegiatan penyampaian pendapat tetap berjalan tertib.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, keluarga memiliki peran penting dalam memastikan anak memahami risiko ketika berada di lokasi kegiatan yang berpotensi terjadi kericuhan.

“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama, ” ujar Yuliyanto dalam keterangannya di Mapolda Jateng, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, orang tua perlu memberikan edukasi dan pendampingan kepada anak agar mampu memahami situasi serta tidak mudah terbawa ajakan untuk mengikuti kegiatan yang berisiko.

Polda Jateng Tekankan Keselamatan Anak

Yuliyanto menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dihormati dan dilindungi. Namun, hak tersebut perlu dipahami sesuai usia dan kondisi anak.

Kepolisian meminta orang tua tidak hanya melarang, tetapi juga membangun komunikasi dengan anak mengenai risiko keselamatan yang mungkin muncul ketika berada di lokasi aksi.

“Anak-anak kita tentu memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Karena itu, peran orang tua untuk memberikan edukasi, arahan dan pengawasan sangat penting, ” jelasnya.

Menurut Yuliyanto, komunikasi antara orang tua dan anak menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah anak berada dalam lingkungan yang tidak aman.

Orang tua juga diminta mengetahui aktivitas serta lingkungan pergaulan anak, terlebih ketika terdapat informasi mengenai kegiatan aksi atau penyampaian aspirasi di suatu wilayah.

Orang Tua Diminta Bangun Komunikasi dengan Anak

Polda Jateng mendorong orang tua membuka ruang komunikasi yang sehat agar anak dapat memahami bahwa menyampaikan pendapat tidak harus dilakukan dengan cara yang berisiko.

“Kami mengajak para orang tua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya, memberikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai ketentuan, ” tutur Yuliyanto.

Ia menekankan, hal terpenting adalah memastikan anak tidak menjadi korban ataupun berada dalam situasi yang berpotensi mengancam keselamatan.

Imbauan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap anak tidak hanya diperlukan di lingkungan rumah maupun sekolah, tetapi juga ketika anak berada di ruang publik.

Keselamatan Anak Jadi Tanggung Jawab Bersama

Yuliyanto menegaskan perlindungan terhadap anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kepolisian, keluarga dan masyarakat dinilai memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi untuk kepentingan masa depan mereka, ” pungkasnya.

Ia juga mengingatkan agar anak tidak sekadar mengikuti aktivitas tertentu karena dorongan lingkungan atau ajakan teman tanpa memahami risiko yang mungkin dihadapi.

“Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan, ” tegasnya.

Polda Jateng berharap peran aktif keluarga dapat menjadi benteng pertama dalam menjaga keselamatan anak. Edukasi, komunikasi dan pengawasan yang dilakukan secara konsisten dinilai penting agar anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman sekaligus memahami cara menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.

Pada akhirnya, menjaga anak bukan hanya persoalan mengawasi keberadaan mereka, tetapi juga membekali mereka dengan pemahaman agar mampu mengambil keputusan yang aman dan tidak terjebak dalam situasi yang dapat merugikan masa depan.

(Agung)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |