MESUJI-Perasaan lega menyelimuti Polres Mesuji saat berhasil memfasilitasi tercapainya perdamaian dalam konflik agraria yang sempat memanas di areal lahan PT. Sumber Indah Perkasa (SIP). Insiden yang melibatkan tersangka BN, ML, dan karyawan PT. SIP pada Februari lalu, yang semula diwarnai tindak penganiayaan, kini menemukan titik terang melalui upaya dialog yang gigih.
Menyadari pentingnya menjaga keharmonisan dan kondusivitas wilayah, Polres Mesuji mengambil peran sentral dalam menjembatani kedua belah pihak. Tujuannya jelas: mencari solusi yang tidak hanya adil dan transparan, tetapi juga dapat diterima oleh seluruh elemen yang terlibat. Ini bukan sekadar tugas, melainkan sebuah panggilan untuk memastikan masyarakat Mesuji dapat hidup dalam suasana yang aman dan tenteram.
Pertemuan yang difasilitasi Polres mempertemukan perwakilan perusahaan dengan warga masyarakat yang terdampak langsung. Sebuah langkah berani yang menunjukkan komitmen kuat untuk menyelesaikan masalah tanpa eskalasi lebih lanjut. Saya pribadi merasakan betapa krusialnya peran kepolisian dalam situasi seperti ini, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mediator yang mampu meredakan ketegangan.
Kapolres Mesuji, AKBP Dr. Muhammad Firdaus S.Ik., M.H., dengan tegas menyampaikan visinya. Beliau percaya bahwa penyelesaian damai adalah kunci untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Pendekatan ini mencerminkan pemahaman mendalam tentang dampak konflik, baik secara materiil maupun emosional bagi semua pihak yang terlibat.
"Kami menginginkan suasana yang aman, harmonis, dan kondusif di wilayah Kabupaten Mesuji. Segala perbedaan maupun permasalahan hendaknya diselesaikan melalui dialog yang santun, bukan dengan tindakan yang melanggar hukum, " ujar Kapolres Mesuji, Kamis (27/08/26).
Kutipan ini sungguh menggugah. Ia mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati terletak pada kemampuan berkomunikasi dan mencari titik temu, bukan pada kekerasan yang hanya akan meninggalkan luka dan penyesalan. Kesadaran inilah yang mendorong kedua belah pihak untuk akhirnya duduk bersama.
Buah dari kesediaan untuk saling mendengarkan dan berdialog akhirnya membuahkan hasil manis. Kesepakatan bersama berhasil diraih, menandai akhir dari perselisihan agraria tersebut. Pernyataan dari kedua belah pihak yang menyatakan kesediaan menerima hasil perdamaian, saling memaafkan, dan bahkan berkomitmen untuk kembali bekerja sama menjaga ketertiban di lingkungan sekitar, adalah bukti nyata kekuatan rekonsiliasi.
Polres Mesuji menegaskan komitmennya untuk terus memantau dan mengawasi pasca-perdamaian. Upaya ini penting untuk memastikan kesepakatan yang telah terjalin dapat dipatuhi sepenuhnya dan mencegah terulangnya kerugian di masa mendatang. Sebuah langkah proaktif yang patut diapresiasi, menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada tercapainya kesepakatan, melainkan berlanjut hingga terciptanya kedamaian yang berkelanjutan.[Humas/Udin]











































