Presiden Prabowo Tinjau Posko Nagekeo NTT: Warga Apresiasi Respons Pemerintah

3 weeks ago 11

NAGEKEO, matasosial.com — Lapangan Berdikari, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur mendadak ramai, Rabu 26 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung ke posko pengungsian untuk meninjau kondisi warga terdampak gempa magnitudo 7, 7 yang mengguncang wilayah ini dua minggu lalu.

Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu menjadi ruang bagi pengungsi dan relawan menyampaikan kondisi di lapangan. Tenda-tenda pengungsi berjejer rapi, dapur umum mengepul, dan truk bantuan silih berganti datang.

Salah satu relawan dari Universitas Nusa Cendana Undana, Angelo, sudah dua hari berada di posko. Ia melihat distribusi bantuan berjalan cepat sejak hari pertama bencana.

“Untuk penanganan dari pemerintah sendiri, seperti yang kami lihat, di sini pemerintah sudah cukup cepat mengambil tindakan. Seperti mendirikan posko bencana seperti ini, ” kata Angelo.

Menurutnya, posko tidak hanya ada di Lapangan Berdikari. Warga juga mengungsi di titik lain seperti dekat gereja dan masjid yang sudah disiapkan pemerintah daerah.

Angelo menilai sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah membuat kebutuhan dasar terpenuhi. 
“Jadi tanggapan kami setelah kami sampai langsung ke posko, kami melihat bahwa di sini pengungsinya sudah mendapatkan bantuan yang cukup dari TNI, Polri, maupun pemerintah setempat. Sehingga para pengungsi di sini tidak kekurangan air bersih serta pasokan makanan, ” ujarnya.

Dapur umum juga beroperasi penuh. Pengungsi mendapat makan tiga kali sehari, mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam yang disiapkan aparat.

*Warga: Bantuan Cepat Tiba*

Arif, warga Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, adalah salah satu pengungsi. Rumahnya rata dengan tanah akibat gempa. Sejak hari pertama, ia dan keluarga mengungsi ke atas gunung sebelum akhirnya pindah ke posko begitu tenda didirikan.

Di tengah kehilangan tempat tinggal, Arif bersyukur seluruh keluarganya selamat.

“Cepat kalau bantuan pemerintah, Alhamdulillah cepat. Kalau di keluarga tidak ada korban, kalau rumah hancur semua, ” kata Arif.

Istri Arif menambahkan, selama di pengungsian kebutuhan makan tidak pernah putus. 
“Biar tidak seperti ini. Biar bisa kami tinggal, terus sekarang ini rumah tidak bisa ditempati. Makanan Alhamdulillah masih bisa kami makan, bertahan sampai sekarang, Pak. Kalau makanannya baik. Kita makan tiga kali toh, ” ujarnya.

Hingga saat ini, pemerintah bersama TNI-Polri dan relawan masih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi di Nagekeo. Penanganan lanjutan berupa hunian sementara dan perbaikan infrastruktur juga mulai disiapkan.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |