Ratusan Polwan Negosiator Disiapkan Polda Jateng Kawal Aksi di Semarang, Dialog Diutamakan

3 weeks ago 9

SEMARANG - Polda Jawa Tengah menyiapkan ratusan Polwan negosiator untuk mengawal kegiatan penyampaian pendapat di Kota Semarang, Rabu (26/8/2026). Pendekatan dialog dan komunikasi persuasif diutamakan untuk menjaga aksi tetap aman, tertib dan kondusif.

Ratusan Polwan tersebut merupakan bagian dari personel gabungan Polda Jateng dan Polrestabes Semarang. Sebelum diterjunkan ke lapangan, mereka mengikuti apel di Mapolda Jateng untuk menerima arahan serta pembagian tugas sesuai titik pengamanan.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan keberadaan Polwan negosiator ditujukan untuk membangun komunikasi langsung dengan peserta aksi sekaligus mencegah potensi gesekan.

“Negosiator memiliki peran penting untuk membangun komunikasi dengan peserta aksi. Kami ingin setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusi melalui dialog, ” ujar Yuliyanto.

Polwan Negosiator Kedepankan Dialog

Menurut Yuliyanto, penyampaian pendapat merupakan bagian dari hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Karena itu, aparat mengedepankan sikap saling menghormati selama proses pengamanan berlangsung.

“Peserta memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi. Kami menghormati hak tersebut dan mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan pendapat dengan cara yang damai, tertib dan bertanggung jawab, ” katanya.

Tim negosiator nantinya berkomunikasi dengan peserta aksi maupun pihak terkait apabila muncul dinamika di lapangan. Pendekatan persuasif dipilih untuk mengantisipasi kesalahpahaman dan mencegah berkembangnya situasi menjadi gesekan.

Polda Jateng juga menekankan bahwa aspek keselamatan peserta aksi, petugas maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi menjadi perhatian dalam pengamanan.

Polisi: Tak Ada Niat Berhadap-hadapan dengan Mahasiswa

Yuliyanto menegaskan kehadiran aparat dalam pengamanan aksi bukan untuk berhadap-hadapan dengan mahasiswa atau masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

“Polri tidak hadir untuk berhadap-hadapan dengan mahasiswa. Polri hadir untuk memastikan aspirasi dapat disampaikan secara aman dan tertib, sementara masyarakat lainnya juga tetap dapat menjalankan aktivitasnya, ” tegasnya.

Polda Jateng mengajak seluruh peserta aksi menjaga ruang demokrasi di Kota Semarang dengan menyampaikan aspirasi secara damai, tertib dan bertanggung jawab.

Masyarakat juga diimbau menghormati hak pengguna jalan dan warga lainnya agar aktivitas penyampaian pendapat dapat berlangsung tanpa mengganggu ketertiban umum.

Langkah menempatkan Polwan negosiator di tengah pengamanan aksi menjadi bagian dari strategi Polda Jateng mengedepankan komunikasi dalam menghadapi berbagai dinamika penyampaian pendapat di ruang publik.

(Agung)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |