Renovasi SDN Beji 01 Telan Rp1,34 Miliar, Warga Sekitar Ikut Dilibatkan

3 hours ago 2

KABUPATEN SEMARANG - Renovasi UPTD SPF SD Negeri Beji 01, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mulai dikerjakan. Proyek revitalisasi sekolah yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 itu memiliki nilai bantuan mencapai Rp1.342.320.000.

Pantauan di lokasi, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 13.18 WIB, sejumlah pekerja tampak melakukan pengerjaan fisik pada bangunan sekolah. Aktivitas terlihat mulai dari perbaikan dinding hingga pembenahan sejumlah bagian bangunan lainnya.

Informasi mengenai proyek tersebut tercantum pada papan kegiatan yang terpasang di area sekolah. Dalam papan informasi disebutkan, program itu merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Direktorat Sekolah Dasar.

Sekolah penerima bantuan tercatat sebagai UPTD SPF SD Negeri Beji 01, dengan pelaksana P2SP. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 120 hari kalender, terhitung mulai 18 Agustus hingga 20 Desember 2026.

Dikerjakan dengan Pola Sewa Kelola

Berbeda dengan proyek konstruksi yang umumnya dikerjakan perusahaan kontraktor, pekerjaan renovasi sekolah tersebut disebut menggunakan mekanisme sewa kelola.

Hal itu disampaikan Kunarto, salah seorang kepala pelaksana kerja yang ditemui di lokasi. Menurutnya, pekerjaan dikelola secara langsung oleh pihak sekolah dan tidak menggunakan kontraktor.

“Sewa kelola, langsung dari sekolah. Tidak ada kontraktor, ” ujar Kunarto saat ditemui di lokasi, Jumat (28/8/2026).

Dalam pelaksanaannya, tenaga kerja dari lingkungan sekitar sekolah juga ikut dilibatkan. Skema tersebut membuat proyek revitalisasi tidak hanya berorientasi pada pembenahan bangunan pendidikan, tetapi sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

Perencanaan dan Pengawasan Disebut Tetap Berjalan

Selain pengerjaan fisik, proses renovasi disebut mendapatkan pendampingan dari unsur perencana dan pengawasan.

Kunarto mengatakan, proses pekerjaan tidak berjalan tanpa pendampingan.

“Ada pendampingan dari perencana, pengawasan juga ada, ” jelasnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan material konstruksi telah berada di area sekolah. Sejumlah tumpukan genteng terlihat di sekitar bangunan yang sedang direnovasi, sementara para pekerja menjalankan aktivitas pembangunan di sejumlah titik.

Ketika ditanya mengenai bagian tulangan pada salah satu area bangunan, Kunarto menyebut persiapan struktur pada bagian pintu telah dilakukan.

“Tulangannya sudah ada semua, sudah terikat, ” katanya.

Nilai Proyek Rp1, 34 Miliar, Transparansi Jadi Sorotan

Dengan nilai bantuan mencapai lebih dari Rp1, 3 miliar, pelaksanaan renovasi SD Negeri Beji 01 menjadi bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Pelibatan masyarakat sekitar menjadi salah satu aspek yang terlihat dalam pelaksanaan pekerjaan. Warga setempat turut bekerja dalam proses renovasi sehingga manfaat program diharapkan dapat dirasakan lebih luas di lingkungan sekitar sekolah.

Namun, karena proyek masih berjalan, kualitas akhir pekerjaan dan kesesuaian terhadap spesifikasi teknis belum dapat dinilai secara menyeluruh. Penilaian tersebut nantinya dapat dilakukan setelah seluruh pekerjaan rampung dan melalui tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan.

Ditargetkan Rampung 20 Desember 2026

Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, proyek revitalisasi SD Negeri Beji 01 dimulai pada 18 Agustus 2026 dan ditargetkan selesai pada 20 Desember 2026, dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender.

Proyek yang menggunakan anggaran APBN 2026 tersebut diharapkan mampu menghasilkan bangunan sekolah yang lebih layak, aman dan nyaman bagi siswa serta tenaga pendidik.

Seiring proses pengerjaan berlangsung, keterbukaan mengenai pelaksanaan, penggunaan anggaran, kualitas material hingga kesesuaian hasil pekerjaan menjadi faktor penting agar tujuan program revitalisasi benar-benar tercapai.

Renovasi ini pada akhirnya bukan sekadar memperbaiki bangunan sekolah. Lebih dari itu, proyek tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui keterlibatan tenaga kerja lokal.

(Agung)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |