Rumah Pintar Satgas Yonif 742/SWY: Cahaya Harapan untuk Anak Tumbubur

4 days ago 5

LANNY JAYA - Senyum dan antusiasme anak-anak Kampung Tumbubur, Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, mewarnai kegiatan belajar bersama prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Koops TNI Habema, Rabu (12/8/2026).

Melalui fasilitas Rumah Pintar Pos TK Tumbubur, para prajurit mengajak anak-anak belajar membaca dan berhitung. Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara Satgas mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus membuka akses belajar bagi anak-anak di wilayah pedalaman Papua.

Kegiatan dipimpin Bintara Kesehatan Pos Tumbubur, Serda Alfar, bersama empat prajurit lainnya. Materi yang diberikan berfokus pada kemampuan dasar membaca dan berhitung dengan metode interaktif sehingga suasana belajar berlangsung santai, ceria, dan penuh keakraban.

Danpos TK Tumbubur, Lettu Inf Mahandiva Archi Arahman, mengatakan kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas pengamanan wilayah.

"Kami tidak hanya hadir untuk menjaga wilayah Kampung Tumbubur. Kami juga peduli terhadap masa depan dan ilmu pengetahuan anak-anak di sini. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendorong anak-anak untuk terus belajar dan memiliki pola pikir yang lebih maju, " ujar Mahandiva.

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu fondasi penting untuk membentuk masa depan generasi muda Papua. Karena itu, Rumah Pintar diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk memperoleh pengetahuan dasar sekaligus menumbuhkan keberanian mereka dalam belajar.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa keberadaan prajurit di wilayah penugasan harus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Kehadiran prajurit TNI di tanah Papua harus selalu membawa dampak positif dan solusi bagi kesulitan warga. Dengan memberikan jaminan keamanan sekaligus berbagi ilmu pengetahuan, kita bersama-sama sedang membangun fondasi masa depan generasi Papua yang lebih cerah, " tegas Dedi.

Ia menyebut kegiatan pendidikan tersebut merupakan bagian dari komitmen Satgas untuk membangun kedekatan dengan masyarakat di daerah operasi. Pendekatan itu dilakukan melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan sehari-hari warga, termasuk pendidikan anak-anak.

Sementara itu, Wadansatgas Yonif 742/SWY, Kapten Inf Richen Pahotan Marpaung, mengatakan kegiatan di Rumah Pintar merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang dilakukan prajurit selama menjalankan tugas.

> "Di balik seragam loreng dan tugas menjaga kedaulatan negara, terdapat kepedulian yang tulus untuk memajukan sumber daya manusia. Kami ingin memberikan harapan dan menuntun anak-anak di pedalaman Papua agar berani bermimpi serta meraih cita-cita mereka, " ungkap Richen.

Kehadiran Rumah Pintar mendapat sambutan positif dari masyarakat Tumbubur. Anak-anak terlihat antusias mengikuti pelajaran, sementara warga mengapresiasi keberadaan prajurit yang turut membuka ruang belajar bagi generasi muda di kampung tersebut.

Bagi anak-anak Tumbubur, kegiatan sederhana itu bukan sekadar belajar mengeja huruf atau menghitung angka. Di tengah keterbatasan, Rumah Pintar menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian belajar, dan harapan tentang masa depan.

Melalui kegiatan tersebut, Satgas Yonif 742/SWY Koops TNI Habema menunjukkan bahwa menjaga kedaulatan di wilayah perbatasan juga dapat berjalan beriringan dengan upaya menanamkan semangat belajar bagi generasi penerus Papua.

(PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |