BLORA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Blora terus memperkuat pembinaan pendidikan dan keterampilan bagi warga binaan melalui sinergi dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Blora. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah dibangun dalam mendukung program pembelajaran Kejar Paket bagi warga binaan.
Pada Kamis (20/8), bertempat di Aula Rutan Blora, dilaksanakan kegiatan hari kedua pembelajaran Kejar Paket yang diisi dengan pembelajaran Agama dan Bahasa Inggris serta praktik keterampilan pembuatan roti pisang. Kegiatan diikuti oleh 18 warga binaan yang merupakan siswa Kejar Paket Rutan Blora, dengan pendampingan dari delapan mentor SKB Kabupaten Blora dan sejumlah pegawai Rutan Blora.
Kegiatan diawali dengan senam ceria bersama para mentor SKB. Selanjutnya, peserta mendapatkan resep pembuatan roti pisang dan dibagi dalam kelompok untuk mempraktikkan secara langsung setiap tahapan pembuatan. Proses praktik tersebut dibimbing oleh Bu Jumini dan Bu Aini sehingga para peserta dapat mengikuti proses pengolahan sesuai dengan tahapan dan prosedur yang telah diberikan.
Setelah proses pembuatan selesai, para warga binaan melanjutkan kegiatan dengan mengemas produk yang telah dibuat. Mereka juga diajarkan untuk menjaga kebersihan dengan membersihkan peralatan memasak yang digunakan selama pelatihan. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan kerja yang higienis dan bertanggung jawab.

Hasil pembuatan roti pisang kemudian disajikan kepada para mentor, pegawai, dan Kepala Rutan Blora, Sugito. Sugito mengapresiasi antusiasme dan hasil yang ditunjukkan oleh para peserta selama mengikuti pelatihan.
“Saya merasa bangga melihat warga binaan mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya belajar membuat produk makanan, tetapi juga belajar menjaga kebersihan dan menghasilkan produk yang enak, higienis, serta memiliki potensi untuk dikembangkan dan layak jual, ” ujar Sugito.
Melalui sinergi dengan SKB Kabupaten Blora, Rutan Blora berkomitmen untuk terus memberikan akses pendidikan sekaligus keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan. Bekal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian serta menjadi modal positif bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
















































