MESUJI-Kepedulian mendalam dan sentuhan kemanusiaan ditunjukkan oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mesuji. Jumat (21/8/2026) menjadi saksi bisu ketika tim kepolisian mendatangi rumah duka seorang pelajar yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Desa Simpang Pematang, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung. Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata empati yang mengharukan.
Kanit Lantas Gakkum Satlantas Polres Mesuji, Ferdiyansyah, S.H., yang bertindak atas nama Kasat Lantas Polres Mesuji AKP Rudi S., S.H., M.H., memimpin langsung kunjungan tersebut. Kedatangan mereka membawa pesan belasungkawa yang tulus untuk keluarga korban, seorang siswa SMKN yang nahasnya mengalami kecelakaan pada Rabu (19/8/2026) saat dalam perjalanan pulang dari Praktik Kerja Lapangan (PKL). Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Raya Simpang Pematang–Brabasan, tak jauh dari Pabrik TBL.
Ferdiyansyah mengungkapkan bahwa kehadiran polisi di rumah duka adalah bentuk nyata rasa empati dan duka cita yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Lebih dari itu, ini adalah upaya membangun jembatan komunikasi yang lebih kuat dan erat dengan masyarakat.
"Ini merupakan bentuk empati dan belasungkawa dari kepolisian kepada keluarga korban. Kami juga ingin memastikan komunikasi dengan keluarga tetap berjalan dengan baik, " ujar Ferdiyansyah.
Ia menambahkan, kehadiran pihak kepolisian diharapkan dapat memberikan kejelasan dan pemahaman yang utuh mengenai proses penanganan perkara kecelakaan lalu lintas yang sedang berjalan.
"Kami berharap proses hukum dalam penanganan kecelakaan ini berjalan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Hubungan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat juga harus terus diperkuat, " tegasnya.
Langkah humanis Satlantas Polres Mesuji ini sontak menuai apresiasi dari berbagai pihak. Apri Susanto, S.Pd., S.H., M.H., Ketua GRIB Jaya sekaligus perwakilan dari Kantor Hukum APS LAW, turut menyampaikan penghargaan tingginya.
Menurut Apri, kunjungan ke rumah duka ini merupakan sebuah langkah progresif yang menunjukkan bahwa institusi kepolisian tidak hanya hadir sebagai penegak hukum semata, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut merasakan dan memberikan dukungan di kala musibah melanda.
"Kami mengapresiasi langkah positif Satlantas Polres Mesuji. Silaturahmi seperti ini penting dan diharapkan menjadi komunikasi yang berkelanjutan antara kepolisian dengan masyarakat, " ujar Apri.
Ia menilai pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan ini sejalan dengan semangat inti dari program “Polri untuk Masyarakat”. Hal ini krusial dalam upaya membangun fondasi kepercayaan publik yang kokoh terhadap institusi kepolisian.
"Sebagai pihak yang juga berada di tengah masyarakat dalam pendampingan hukum, kami tentu berharap penanganan perkara ini dilakukan secara profesional, transparan, objektif dan sesuai aturan hukum, " katanya.
Apri Susanto menekankan kembali betapa pentingnya transparansi dalam setiap penanganan perkara kecelakaan lalu lintas, terutama bagi keluarga korban yang tengah diliputi kecemasan dan membutuhkan kepastian serta kejelasan mengenai jalannya proses hukum.
"Kami sepakat agar proses penanganan kecelakaan berjalan transparan. Yang paling penting adalah keluarga korban mendapatkan informasi yang jelas mengenai perkembangan perkara dan proses hukum yang sedang berjalan, " papar Apri Susanto, yang merupakan alumni SMA Negeri 1 Simpang Pematang.
Kunjungan yang penuh makna dari Satlantas Polres Mesuji ini diharapkan menjadi titik tolak untuk mempererat sinergi antara pihak kepolisian, keluarga korban, para pendamping hukum, dan seluruh elemen masyarakat. Sinergi ini vital dalam mengawal setiap proses penegakan hukum agar senantiasa transparan, profesional, berkeadilan, dan yang terpenting, selalu mengutamakan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.[Red]






































