Lombok Tengah, NTB - Komitmen membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berintegritas terus diperkuat oleh Rutan Kelas IIB Praya sebagai bagian dari upaya mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pemberian penghargaan Pegawai Teladan Periode Juni Tahun 2026 yang dilaksanakan pada kegiatan apel pagi, Rabu (09/07).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Rutan Praya, M. Syaripuddin Hazri, di hadapan seluruh pejabat struktural dan pegawai. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, disiplin, integritas, serta kinerja terbaik yang telah ditunjukkan pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Dalam amanatnya, Karutan Praya menyampaikan bahwa penghargaan Pegawai Teladan bukan sekadar bentuk penghormatan kepada pegawai yang berprestasi, melainkan juga instrumen untuk membangun budaya kerja positif yang berorientasi pada kinerja, integritas, dan pelayanan prima. Menurutnya, setiap pegawai memiliki kesempatan yang sama untuk meraih penghargaan melalui kerja keras, kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan.
“Penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kualitas kinerja, menjaga disiplin, serta memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi. Prestasi yang diraih hari ini hendaknya menjadi inspirasi bagi rekan-rekan lainnya untuk terus berkompetisi secara sehat dan positif dalam memberikan pengabdian terbaik, ” ujar Karutan.
Selain penyerahan penghargaan, Karutan juga menyampaikan apresiasi atas peningkatan kedisiplinan yang ditunjukkan oleh seluruh pegawai dalam beberapa waktu terakhir. Budaya disiplin, profesionalisme, dan saling mendukung antarpegawai dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan organisasi.
Lebih lanjut, Karutan mengajak seluruh jajaran untuk terus memperkuat komitmen bersama dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK. Menurutnya, keberhasilan meraih predikat WBK tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan administrasi, tetapi juga harus tercermin dalam perubahan pola pikir, budaya kerja, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta integritas seluruh pegawai. (Adb)







































