PUNCAK JAYA - Di tengah keheningan Distrik Yamo, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, sebuah pemandangan haru sekaligus membanggakan tersaji. Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Yamo tak hanya merayakan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang berlangsung di halaman sekolah. Aura semangat kemerdekaan begitu kental terasa, terpancar dari wajah-wajah polos para generasi penerus bangsa.
Kegiatan khidmat ini bukan sekadar dihadiri oleh para siswa. Sekitar 70 siswa SDN 2 Yamo bahu-membahu bersama 50 warga dan pemuda Distrik Yamo, serta didukung oleh 17 prajurit dari Satuan Tugas (Satgas) TNI. Kehadiran tokoh penting seperti Kepala Distrik Yamo Nigrion Tabuni, Wakil Kepala Sekolah SDN Yamo Neli Wonda, dan Sekretaris Desa Yamo Pakiton Tabuni turut menambah makna penting peringatan ini.
Prosesi pengibaran Sang Merah Putih berlangsung dalam suasana yang penuh kekhusyukan. Setiap siswa menjalankan peran mereka dengan penuh percaya diri, seolah menyadari betapa berartinya momen tersebut. Para prajurit Satgas TNI yang mendampingi tak hanya menjadi pengawas, tetapi juga sumber motivasi yang tak henti-hentinya menyemangati para siswa.
Anak Papua Jadi Garda Terdepan Pengibar Merah Putih
Keberanian dan kebanggaan terpancar jelas dari anak-anak Papua yang menjadi pusat perhatian dalam upacara ini. Mereka bukan sekadar peserta pasif, melainkan manifestasi nyata dari keberanian dan rasa cinta tanah air yang tumbuh di hati generasi muda Papua. Kehadiran Satgas Habema TK Yamo, di bawah pimpinan Lettu Inf Ruben Christian Tamunu, memberikan jaminan keamanan dan kelancaran setiap rangkaian kegiatan, membuktikan sinergi kuat antara TNI dan masyarakat.
Lettu Inf Ruben Christian Tamunu mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme para siswa. “Semangat anak-anak hari ini luar biasa. Mereka sangat antusias dan dengan penuh kebanggaan mengibarkan Merah Putih. Kami sebagai prajurit hanya mendampingi, memberikan motivasi, semangat serta pengamanan agar kegiatan berjalan lancar, ” ungkap Ruben kepada media pada Kamis (20/8/2026).
Ia menambahkan bahwa momen ini sangat krusial untuk memupuk rasa keberanian dan kecintaan terhadap Indonesia di kalangan generasi muda Papua. “Biarkan anak-anak menunjukkan semangatnya, karena dari semangat dan keberanian mereka inilah kita melihat harapan masa depan Papua dan Indonesia, ” tuturnya penuh harap.
Keceriaan Membanjiri Halaman Sekolah Pasca Upacara
Usai upacara pengibaran bendera yang penuh makna, suasana halaman SDN 2 Yamo seketika berubah menjadi lautan keceriaan. Berbagai perlombaan khas Agustusan digelar, disambut dengan sorak-sorai dan tawa riang para siswa. Personel Satgas TNI kembali hadir di tengah-tengah mereka, tidak hanya ikut merayakan, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan membagikan seragam sekolah kepada siswa SDN 2 Yamo dan pakaian kepada masyarakat Distrik Yamo.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI di pelosok negeri dapat menjadi wadah perekat kebersamaan, mempererat tali silaturahmi antara masyarakat, pelajar, dan prajurit TNI.
Merah Putih Berkibar, Simbol Harapan di Ujung Negeri
Dari halaman sederhana SDN 2 Yamo, kibaran Bendera Merah Putih menjadi simbol abadi semangat generasi muda Papua. Anak-anak ini membuktikan bahwa peringatan kemerdekaan adalah momentum berharga untuk menumbuhkan keberanian, mempererat persatuan, dan menanamkan kecintaan yang mendalam terhadap Indonesia. Di Yamo, Merah Putih tak hanya terbentang di tiang, namun hidup dalam senyum, keberanian, dan semangat membara anak-anak Papua, penerus bangsa yang akan membawa Indonesia ke masa depan yang lebih gemilang.
(PERS)






































