JENEPONTO, SULSEL - Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir merespon cepat adanya berita yang beredar viral diberbagai platform media sosial terkait pengerjaan peningkatan jalan yang rusak di ruas Ruku-ruku, Kecamatan Bangkala dan pengerjaan jalan pengecoron Bakti Karya TNI Kodim 1425 Jeneponto yang berlokasi di ruas Bontorannu Pa'lameang, Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Bangkala.
Kedua kegiatan pengerjaan jalan yang dilaksanakan pada 2025 tersebut, Bupati Jeneponto Paris Yasir telah mengambil langkah preventif dengan memerintahkan Dinas terkait (PUPR) untuk segera melaksanakan perbaikan jalan di ruas Ruku-ruku, Kecamatan Bangkala sebelum berakhir masa pemeliharaan 128 hari waktu kalender.
"Saya sudah perintahkan dinas terkait untuk segera dilakuakan perbaikan. Saya pastikan tidak akan melakukan pencairan sisa anggaran jika perbaikan itu tidak dilaksanakan, " tegas Bupati kepada media, Jumat (10/7/2026).
Bupati Paris Yasir juga menyikapi pengerjaan jalan pengecoran Karya Bakti TNI yang rusak di ruas Bontorannu Pa'lameang, Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Bangkala.
"Terkait dengan pekerjaan jalan pengecoran Karya Bakti TNI yang rusak itu, saya juga sudah perintahkan dinas terkait untuk menyurati secara resmi bapak Dandim 1425 Jeneponto untuk meminta melaksanakan perbaikan, " tandasnya.
Lebih jauh, orang nomor 1 di Jeneponto tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada DPRD Jeneponto, Aktivis, Media dan seluruh eleman masyarakat atas keikutsertaannya dalam fungsi pengawasan, terkhusus pembangunan infrastruktur jalan yang ada di Kabupaten Jeneponto.
Menurutnya, langkah pengawasan yang dilakukan oleh pihak lembaga tersebut membantu memudahkan kerja-kerja pembangunan pemerintah daerah.
"Kita harus konsisten dan berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan, saya yakin dan percaya dengan adanya fungsi pengawasan dari teman-teman DPR, Aktivis, Media dan LSM akan memudahkan kerja-kerja Pemda Jeneponto, " urainya.
Bupati Jeneponto, tampak terlihat tenang merespons setiap kritik dan masukan, sikap kepala dingin yang ia tunjukkan sangat ideal untuk meredakan ketegangan dan mengubah masukan menjadi evaluasi kebijakan yang membangun.
Ia justru menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih setiap ada kritikan yang dihadapinya. Menurutnya, keterbukaan adalah kunci utama dalam menjembatani kesenjangan antara harapan publik dan kinerja pemerintah.
Olehnya itu, kata Bupati setiap kritikan harus didengarkan secara aktif, mengidentifikasi akar permasalahan dan memformulasikan solusi nyata yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Bagus itu kalau masih ada yang mau kritik kita dan memberikan masukan. Sepanjang kritikannya itu membangun, memberikan dampak yang positif dan solusi. Saya yakin dan percaya bahwa setiap kritikan dari masyarakat pasti ingin melihat daerah yang kita cintai ini berubah dan lebih baik kedepanya untuk bersama-sama mewujudkan Jeneponto Bahagia 2025-2030, " ujarnya. (**)
















































