BLORA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Blora bekerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Blora menggelar Sosialisasi Program Kesetaraan Pendidikan bagi warga binaan, Rabu (12/8). Kegiatan yang berlangsung di Aula Rutan Blora tersebut diikuti oleh perwakilan warga binaan sebagai langkah awal pelaksanaan program pendidikan kesetaraan di lingkungan Rutan Blora.
Kegiatan dihadiri Kepala Rutan Blora, Sugito, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Eko Prasetyo Hanggoro, serta Kepala SKB Kabupaten Blora, Jumini. Melalui sosialisasi ini, para peserta diberikan pemahaman mengenai pelaksanaan Program Kesetaraan Pendidikan yang meliputi jenjang Paket A, Paket B, dan Paket C, sekaligus manfaat yang dapat diperoleh selama mengikuti program tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Rutan Blora, Sugito, memberikan motivasi kepada seluruh warga binaan agar tetap memiliki semangat untuk meraih cita-cita melalui pendidikan. Menurutnya, status sebagai warga binaan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
"Tetaplah optimis meraih cita-cita. Jangan pernah menyerah hanya karena saat ini sedang menghadapi keterbatasan atau tersandung masalah. Manfaatkan kesempatan mengikuti pendidikan kesetaraan ini sebagai bekal untuk masa depan yang lebih baik, " ujar Sugito.
Sugito menambahkan, keberhasilan menyelesaikan pendidikan dan memperoleh ijazah kesetaraan akan menjadi kebanggaan tersendiri, baik bagi warga binaan maupun keluarga yang menanti di rumah.
"Di tempat yang memiliki banyak keterbatasan seperti Rutan, saudara-saudara masih diberikan kesempatan untuk belajar dan memperoleh ijazah. Ini merupakan kebanggaan bagi diri sendiri maupun keluarga. Ikuti program ini dengan sungguh-sungguh agar nantinya memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat, " tambahnya.

Sementara itu, Kepala SKB Kabupaten Blora, Jumini, menjelaskan bahwa Program Kesetaraan Pendidikan di Rutan Blora akan diikuti oleh 15 warga binaan, terdiri atas 13 laki-laki dan dua perempuan, yang berasal dari jenjang Paket A, Paket B, dan Paket C. Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Rutan Blora dan SKB Kabupaten Blora yang telah terjalin melalui nota kesepahaman (MoU), dengan pelaksanaan pembelajaran menyesuaikan kalender tahun ajaran pendidikan.
Jumini menambahkan, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada mata pelajaran umum, tetapi juga dipadukan dengan pembelajaran keterampilan. Pada pelaksanaannya, warga binaan akan mendapatkan pelatihan tata boga, khususnya pembuatan roti (bakery), sebagai bekal untuk meningkatkan kemandirian setelah kembali ke masyarakat. Dengan demikian, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat menjadi peluang usaha di masa depan.
Kasubsi Pelayanan Tahanan, Eko Prasetyo Hanggoro, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Rutan Blora dalam memenuhi hak warga binaan di bidang pendidikan melalui sinergi dengan SKB Kabupaten Blora. Diharapkan Program Kesetaraan Pendidikan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.


















































