Telur Perdana Budidaya Ayam Petelur Lapas Slawi, Wujud Nyata Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

4 weeks ago 16

Slawi, 2 Juli 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Slawi melaksanakan kegiatan pengambilan telur perdana hasil budidaya ayam petelur pada Kamis (2/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus upaya mendukung program ketahanan pangan yang terus dikembangkan di lingkungan Lapas.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas IIB Slawi, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik Giatja) Brian Dwi Ariesto Sidik, Kepala Subbagian Tata Usaha Adi Purnama, serta Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Dito Prasetia Nugraha.

Pada kesempatan tersebut, jajaran pejabat menyaksikan sekaligus melakukan pengambilan telur perdana hasil budidaya ayam petelur yang dikelola sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Hasil ini menjadi langkah awal yang menunjukkan keberhasilan pembinaan di bidang peternakan serta komitmen Lapas Slawi dalam menciptakan kegiatan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.

Plh. Kalapas melalui Kasi Binadik Giatja Brian Dwi Ariesto Sidik menyampaikan bahwa budidaya ayam petelur merupakan salah satu program pembinaan yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang peternakan agar memiliki bekal usaha setelah kembali ke masyarakat.

"Melalui budidaya ayam petelur, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kedisiplinan, dan kerja keras. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata sebagai bekal mereka setelah bebas nanti, " ungkapnya.

Selain menjadi sarana pembinaan, hasil budidaya ayam petelur diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan Lapas serta menjadi implementasi nyata program ketahanan pangan yang dicanangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Lapas Kelas IIB Slawi berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan, sehingga mereka siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan produktif.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |