Tim Cegah Satgaswil Jabar Menjadi Narasumber pada Sosialisasi Pencegahan Paham Intoleran, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme di Desa Bojong Gaok, Kec. Jamanis, Kab. Tasikmalaya

1 month ago 30

Tasikmalaya, 26 Februari 2025 - Tim Cegah Satgaswil Jabar telah berperan sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Paham Intoleran, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme yang diselenggarakan di Desa Bojong Gaok, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 26 Februari 2025, pukul 13.50 WIB hingga 16.30 WIB.

Sosialisasi ini dihadiri oleh sekitar 100 warga Desa Bojong Gaok. Turut hadir dalam kegiatan tersebut:

1. Bapak Deni Jaelani (Kepala Desa Bojong Gaok)


2. Ibu Irma Sukmawati (Sekretaris Desa Bojong Gaok)


3. Aipda Hendrik (Bhabinkamtibmas Desa Bojong Gaok)


4. Pelda Herianto (Babinsa Desa Bojong Gaok)

Uraian Kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya paham intoleran, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, serta strategi pencegahannya. Sosialisasi mengangkat tema "Strategi Pencegahan Intoleran, Radikalisme, dan Terorisme."

Dalam sosialisasi ini, narasumber menjelaskan:

Pengertian intoleransi, radikalisme, dan terorisme serta dampaknya terhadap masyarakat.

Karakteristik paham-paham tersebut dan cara mengenalinya dalam kehidupan sehari-hari.

Faktor penyebab radikalisme dan terorisme, baik dari aspek global, regional, nasional, maupun kultural.

Radikalisme yang dapat muncul dalam berbagai agama dan tidak terbatas pada satu kelompok tertentu.

Potensi pelaku terorisme dan pola rekrutmen oleh kelompok teroris.

Sarana penyebaran radikalisme, termasuk melalui media sosial, tempat ibadah, komunitas, dan pendidikan.

Sasaran utama penyebaran radikalisme dan terorisme, termasuk tokoh masyarakat, tenaga pendidik, ASN, serta aparat keamanan.

Tantangan Indonesia dalam menghadapi paham radikal, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan kelompok yang ingin mengganti ideologi negara.

Upaya pencegahan radikalisme dan terorisme, termasuk kesiapsiagaan nasional, kontra-radikalisasi, dan deradikalisasi.

Peran Densus 88 AT Polri dalam mencegah penyebaran paham radikal melalui kontra-ideologi, kontra-radikalisasi, dan kontra-narasi.


Sesi Tanya Jawab dan Diskusi

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat Desa Bojong Gaok.

Kesimpulan

1. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Satgaswil Jabar Densus 88 Anti Teror Polri dalam menyebarluaskan wawasan kebangsaan serta memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap paham radikal.


2. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat mengurangi penyebaran paham radikalisme dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Penutup

Sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya radikalisme dan terorisme serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keutuhan NKRI.

#SatgaswilJabar #CegahRadikalisme #JagaNKRI

Read Entire Article
Karya | Politics | | |