Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Perhutani Madura Libatkan Warga dalam Angkutan Produksi Kayu di Kepulauan

3 weeks ago 16

Madura (19/08/2026) - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kangean Timur, melibatkan masyarakat sekitar hutan dalam kegiatan angkutan produksi kayu di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Patapan, petak 86A. Desa Kangayan, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Selasa (18/08/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi pengelolaan hutan lestari yang bertujuan mendukung kelancaran produksi kayu sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Administratur Perhutani KPH Madura melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Kangean Timur, Agus Susanto, mengatakan bahwa pengelolaan hutan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target produksi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar hutan.

“Kegiatan produksi ini merupakan bagian dari Rencana Operasional Tebangan Tahun 2026 yang dilaksanakan dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan. Melalui pelibatan masyarakat dalam kegiatan angkutan produksi kayu, Perhutani memberikan kesempatan kepada warga sekitar untuk berpartisipasi sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan hutan, ” katanya.

Agus menambahkan bahwa pelibatan masyarakat sekitar hutan merupakan implementasi komitmen Perhutani dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dengan memperhatikan keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

“Perhutani tidak hanya berfokus pada kelestarian hutan, tetapi juga berkomitmen menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Keterlibatan warga dalam kegiatan produksi kayu merupakan wujud implementasi visi dan misi Perhutani yang mengedepankan keseimbangan antara Planet, People, dan Profit, ” tambahnya.

Sementara itu, salah satu masyarakat Desa Kangayan, Suratmin, yang terlibat dalam kegiatan angkutan kayu, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan Perhutani BKPH Kangean Timur.

“Kami sangat terbantu dengan adanya kesempatan bekerja dalam kegiatan angkutan kayu ini. Selain menambah penghasilan keluarga, kami juga semakin memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan karena hutan merupakan sumber kehidupan yang harus dipelihara bersama, ” katanya.

Melalui pelibatan masyarakat dalam kegiatan angkutan produksi kayu, Perhutani KPH Madura berharap sinergi dengan masyarakat sekitar hutan semakin kuat sehingga pengelolaan hutan mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.@Red.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |