Upgrade Pemimpin, Bergerak Nyata: IJTABA Muslimat NU Banyumas Bukan Pencitraan

2 hours ago 1

PURWOKERTO - Semangat Juang Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 - 2026, Keluarga besar IJTABA Muslimat NU (MNU) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Dengan tekad bulat bersama-sama  meneguhkan komitmen terus  bergerak nyata, bukan sekadar pencitraan.

Semangat itu diwujudkan melalui kegiatan  Upgrading bagi  Pengurus IJTABA MNU, 17 Ketua dan Pengurus PAC bersama Ketua pengurus ranting Muslimat NU, di Oemah Daun Cafe & Resto, Purwokerto Selatan, Minggu Pagi (16/08/2026).

Sekitar 350 peserta mengikuti kegiatan itu, yang dibuka resmi oleh Nyai Hj. Tsumanah Hisyam, seorang tokoh ulama perempuan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy Leler, Banyumas, Jawa Tengah.

Upgrading digelar untuk meningkatkan kapasitas keorganisasian, kepemimpinan dan komunikasi agar pengurus semakin siap menghadapi tantangan zaman dan menghadirkan manfaat dan berdampak  langsung di tengah masyarakat.

Dalam sambutan pembukaan, Nyai Hj. Tsumanah Hisyam menegaskan bahwa peningkatan ilmu dan kapasitas harus berjalan seiring dengan iman serta akhlak.

“Berlarilah dengan iman, susullah dengan akhlakul karimah.” Ungkap penuh semangatnya.

Pesan tersebut menjadi ruh kegiatan, ilmu harus melahirkan amal, kepemimpinan harus menghadirkan keteladanan, dan perjuangan organisasi harus bermuara pada kemaslahatan umat.

Momentum upgrading juga menjadi panggung pernyataan sikap tegas yang dipimpin langsung oleh  Penasehat IJTABA Muslimat NU Kabupaten Banyumas, Hj. Khasanatul Mufida. Pengurus, anggota IJTABA Muslimat NU dan seluruh peserta yang hadir menyatakan sikap menolak LGBT serta berkomitmen mencegah narkoba dan HIV/AIDS.

Gerakan tersebut diarahkan tidak berhenti pada deklarasi, tetapi diwujudkan melalui edukasi dan kepedulian hingga tingkat RT, RW, dawis dan majelis taklim di wilayah masing-masing.

“Kami bertekad mengabaikan semua pertikaian yang terjadi dan mencukupkan diri untuk bersama-sama  memperbanyak karya nyata yang bermanfaat berdampak bagi umat. Gerakan IJTABA Muslimat NU harus hadir nyata sampai tingkat RT dan RW di wilayah masing-masing.” Tegas Hj. Khasanatul Mufida

Ketua IJTABA Muslimat NU Kabupaten Banyumas, Nyai Nurul Bahiyah, menegaskan upgrading merupakan proses berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pengurus, bukan kegiatan seremonial semata. Baginya, kapasitas organisasi harus dibangun di atas fondasi akhlakul karimah.

“Setinggi-tingginya ilmu, tanpa memiliki akhlak karimah, maka ikatan tidak akan bisa abadi. Tujuan akhirnya adalah agar kita memiliki organisasi yang berakhlakul karimah.” tandasnya.

Ketua Panitia Inayaturokhmah menjelaskan, kegiatan dirancang agar pengurus mampu memahami dan menyelesaikan persoalan organisasi secara lebih matang.

“Kami ingin meningkatkan kualitas dan kapasitas pengurus agar mampu melihat serta menyelesaikan persoalan organisasi dari berbagai sisi.” ungkapnya.

Penguatan kapasitas diberikan melalui tiga materi strategis. Gus Mohammad Luqman, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Iman Pasir Wetan Banyumas, membahas keorganisasian, dengan mendorong Muslimat NU terus berkhidmat dan menggelorakan gerakan kemanfaatan dari tingkat ranting hingga PAC agar memberikan pengaruh positif lebih luas.

Materi leadership disampaikan Prof. Dr. Wahyuningrat, M.Si., dosen FISIP UNSOED. Ia menegaskan pemimpin bukan sekadar pemberi perintah, melainkan sosok yang mampu memengaruhi, menggerakkan, mengarahkan, menginspirasi dan mengembangkan anggota secara sukarela.

“Pemimpin itu bukan bos. Pemimpin harus mampu memengaruhi, menggerakkan dan menginspirasi orang lain secara sukarela untuk mencapai tujuan bersama.” jelasnya.

Sementara materi public speaking disampaikan Dr. Ernawati, S.Ag., M.Pd.. Peserta dibekali kemampuan berbicara secara jelas, percaya diri, terarah, santun dan mudah dipahami, sebagai bekal penting pengurus saat memimpin forum, menjadi pembawa acara, menyampaikan program, membangun komunikasi dengan masyarakat dan menyuarakan pesan kemaslahatan.

Dengan demikian, upgrading IJTABA Muslimat NU Banyumas tidak berhenti di ruang pelatihan. Ilmu ditingkatkan, kepemimpinan dikuatkan, komunikasi dipertajam, akhlak dijadikan landasan, dan gerakan sosial didorong hingga akar rumput.

Dari Banyumas, pesan itu menggema, bergerak nyata bukan pencitraan, berlari dengan iman, melangkah dengan ilmu, bersikap dengan akhlak, dan berkhidmat untuk umat serta bangsa sampai ke akar rumput dilingkungan RT dan RW.

(Djarmanto-YF2DOI)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |