KEDIRI – Peran orang tua menjadi salah satu fondasi utama dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Parenting “Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak” yang digelar di MI Miftahul Huda, Desa Mlati, Kabupaten Kediri. Rabu (12/8/2026)
Kegiatan tersebut diikuti oleh para wali murid MI Miftahul Huda Mlati dan menjadi ruang edukasi bagi orang tua untuk memahami pentingnya pola asuh, komunikasi, serta pendampingan terhadap anak dalam kehidupan sehari-hari.
Hadir sebagai pemateri, Wahyu Utami, M.Si., M.Psi., Psikolog, yang memberikan pemahaman kepada para wali murid mengenai bagaimana orang tua dapat mengambil peran secara aktif dalam membangun karakter anak sejak dini.
Dalam pemaparannya, Wahyu menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan melalui pembelajaran di sekolah. Lingkungan keluarga justru menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar mengenai sikap, nilai, tanggung jawab, kedisiplinan, dan cara berinteraksi dengan orang lain.
“Orang tua adalah tempat pertama anak belajar. Apa yang anak lihat, dengar, dan rasakan di rumah akan memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter mereka. Karena itu, kehadiran orang tua bukan hanya secara fisik, tetapi juga harus hadir secara emosional, ” ujar Wahyu.
Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak dan memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan perasaan maupun pendapatnya. Dengan demikian, anak dapat tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, serta memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai persoalan sesuai dengan tahap perkembangannya.
Wahyu juga mengingatkan bahwa pola asuh yang baik bukan berarti orang tua harus selalu menuruti keinginan anak. Kasih sayang tetap perlu berjalan beriringan dengan batasan, aturan, dan keteladanan.
“Anak membutuhkan kasih sayang, tetapi juga membutuhkan batasan yang jelas. Ketika orang tua mampu memberikan kasih sayang sekaligus menjadi teladan dan konsisten dalam menerapkan aturan, anak akan belajar mengenai tanggung jawab dan kemandirian, ” jelasnya.
Kegiatan parenting tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa KKN turut mendorong terbangunnya sinergi antara lingkungan pendidikan dan keluarga. Orang tua diharapkan tidak hanya menjadi pendukung kegiatan belajar anak, tetapi juga menjadi pendamping utama dalam proses pembentukan karakter.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan memberikan kesempatan kepada para wali murid untuk mendapatkan wawasan serta berdiskusi mengenai berbagai tantangan dalam mendidik anak di lingkungan keluarga.
Dengan adanya kegiatan parenting ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa keberhasilan pendidikan anak merupakan tanggung jawab yang membutuhkan keterlibatan sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar.
Orang tua yang hadir, mendengar, dan menjadi teladan akan menjadi bagian penting dalam perjalanan anak menuju pribadi yang percaya diri, mandiri, bertanggung jawab, dan berkarakter.


















































