Zulfikar Kritik Arah Pembangunan Pemkab Morowali: Jangan Sampai Ibu Kota Bungku Terlupakan

1 day ago 12

MOROWALI, Sulawesi Tengah— Arah pembangunan Kabupaten Morowali kembali mendapat sorotan. Zulfikar, mahasiswa asal Morowali, menilai pembangunan di Kota Bungku sebagai ibu kota kabupaten belum mendapatkan perhatian yang semestinya.

Menurut Zulfikar, Bungku memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan sekaligus salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pembangunan dan penataan ibu kota dinilai seharusnya menjadi bagian penting dari prioritas Pemerintah Kabupaten Morowali.

“Saya melihat hari ini ada kesan Pemerintah Kabupaten Morowali membelakangi pembangunan Kota Bungku. Bungku adalah ibu kota kabupaten, pusat pemerintahan sekaligus salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Kalau wajah ibu kota saja tidak dibenahi secara serius, lalu bagaimana kita berbicara tentang pemerataan pembangunan?” ujar Zulfikar.

Ia juga menyoroti kebijakan pemerintah daerah yang melakukan renovasi terhadap sejumlah fasilitas maupun ikon daerah, termasuk tugu di Bahomohoni. Menurutnya, penataan wajah daerah memang penting, tetapi pemerintah harus mampu menentukan skala prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Salah satu persoalan yang dipertanyakan Zulfikar adalah kondisi Pasar Bungku dan aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menilai persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kehidupan pedagang dan masyarakat kecil.

“Kita tidak menolak pembangunan tugu atau penataan kota. Tetapi pemerintah harus melihat mana yang lebih urgen. Jangan sampai kita sibuk mempercantik simbol, sementara pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat justru menghadapi persoalan dan pedagang menjadi korban dari kebijakan yang tidak tepat, ” katanya.

Zulfikar menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak seharusnya hanya diukur dari banyaknya proyek fisik yang dibangun. Menurutnya, pembangunan harus dilihat dari sejauh mana kebijakan pemerintah mampu meningkatkan kualitas hidup serta memberikan kepastian dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menyebut petani, nelayan, pedagang hingga masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor ekonomi lokal membutuhkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan mereka.

“Nasib masyarakat Morowali hari ini sangat miris jika pemerintah hanya melihat pembangunan dari angka proyek dan pembangunan fisik. Pemerintah harus turun melihat langsung bagaimana kondisi petani, nelayan, pedagang dan masyarakat kecil. Mereka membutuhkan keberpihakan kebijakan, bukan sekadar pembangunan yang terlihat dari luar, ” tegas Zulfikar.

Sebagai mahasiswa asal Morowali, Zulfikar mengatakan kritik yang disampaikannya bukan semata-mata untuk menyerang pemerintah daerah. Ia menyebut kritik tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap arah pembangunan dan masa depan masyarakat Morowali.

Ia meminta Bupati Morowali bersama jajaran pemerintah daerah mengevaluasi sejumlah kebijakan yang dinilai belum menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah juga didorong membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dalam menentukan arah pembangunan.

“Kami tidak sedang mencari kesalahan pemerintah. Kami ingin pemerintah hadir dengan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Morowali bukan hanya tentang investasi dan pembangunan fisik. Morowali juga tentang petani, nelayan, pedagang, pemuda, dan seluruh masyarakat yang setiap hari menggantungkan hidupnya di daerah ini, ” ungkapnya.

Zulfikar berharap Pemerintah Kabupaten Morowali kembali menempatkan pembangunan Kota Bungku sebagai salah satu prioritas strategis, mulai dari pembenahan kawasan perkotaan, fasilitas publik, pasar, infrastruktur dasar hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, wajah ibu kota kabupaten juga mencerminkan wajah pemerintah daerah. Karena itu, Bungku harus dibangun secara serius, terencana dan berkelanjutan.

“Jangan sampai kita membangun apa yang terlihat indah, tetapi melupakan apa yang paling dibutuhkan rakyat. Karena ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya berdirinya bangunan, tetapi ketika masyarakat merasakan bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk mereka, ” pungkas Zulfikar.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |