Awal 2026, Herman Djide: Momentum Menata Arah, Bukan Sekadar Mengganti Kalender

1 month ago 31

PANGKEP SULSEL - Tahun 2026 hadir bukan sekadar sebagai pergantian angka dalam kalender, melainkan sebagai penanda kesempatan baru untuk menata kembali arah kehidupan. Setiap awal tahun selalu membawa harapan, namun harapan tanpa kesadaran dan perencanaan hanya akan menjadi rutinitas tahunan yang berulang. Di titik inilah awal 2026 seharusnya dimaknai lebih dalam.

Pengalaman tahun-tahun sebelumnya mengajarkan bahwa tantangan hidup semakin kompleks. Perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi bergerak cepat, sering kali tidak memberi waktu bagi manusia untuk benar-benar siap. Oleh karena itu, memasuki 2026 menuntut kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi, bukan sekadar optimisme kosong.

Refleksi menjadi langkah awal yang penting. Melihat ke belakang bukan untuk meratapi kegagalan, melainkan untuk memetik pelajaran. Apa yang telah dicapai, apa yang terlewatkan, dan apa yang perlu diperbaiki harus dijadikan pijakan agar langkah ke depan lebih terarah dan bermakna.

Di awal tahun ini, penetapan tujuan juga menjadi kunci. Tujuan yang jelas membantu seseorang fokus pada prioritas, baik dalam kehidupan pribadi, pekerjaan, maupun pengabdian sosial. Tanpa tujuan, waktu akan habis oleh aktivitas yang melelahkan namun minim makna. Tahun 2026 seharusnya menjadi tahun bekerja dengan arah, bukan sekadar sibuk.

Selain tujuan, disiplin dan konsistensi adalah fondasi utama perubahan. Banyak rencana besar gagal bukan karena kurang ide, tetapi karena lemah dalam pelaksanaan. Memasuki 2026, setiap individu ditantang untuk lebih bertanggung jawab terhadap komitmen yang dibuat untuk dirinya sendiri.

Aspek pengembangan diri juga tidak boleh diabaikan. Dunia yang terus berubah menuntut peningkatan kapasitas, baik melalui pendidikan, keterampilan, maupun literasi digital. Tahun 2026 harus menjadi ruang belajar yang aktif, agar tidak tertinggal oleh zaman dan tetap relevan dalam berbagai peran kehidupan.

Namun, kemajuan tidak boleh menggerus nilai-nilai kemanusiaan. Memasuki tahun baru, kepekaan sosial, kepedulian terhadap sesama, dan etika dalam bermasyarakat perlu terus dijaga. Pembangunan sejati bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang kualitas hubungan antarmanusia.

Nilai spiritual pun memiliki peran penting sebagai penyeimbang. Di tengah tekanan hidup dan kompetisi, kedekatan dengan Tuhan memberikan ketenangan dan arah moral. Tahun 2026 akan terasa lebih ringan dijalani ketika usaha diiringi dengan doa dan keikhlasan.

Akhirnya, awal 2026 adalah momentum untuk bergerak dan bertindak. Bukan menunggu kondisi sempurna, melainkan memulai dengan apa yang ada. Karena sejatinya, perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan dengan kesungguhan dan keberanian.

PANGKEP 1Januari 2025

Herman Djide 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jurnalis Nasional Indonesia Cabang Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |