YAHUKIMO - Bupati Kabupaten Yahukimo, Didimus Yahuli, mengeluarkan pernyataan keras menanggapi serangan brutal yang dilakukan oleh kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap tenaga pengajar dan tenaga kesehatan di wilayah tersebut. Kejadian yang terjadi baru-baru ini mengguncang masyarakat setempat dan mendapat kecaman luas dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun warga yang merasa terganggu dengan tindakan kekerasan yang tak berperikemanusiaan tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Bupati Yahuli menegaskan bahwa serangan terhadap tenaga pengajar dan tenaga kesehatan adalah pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia (HAM) dan mencerminkan ketidakadilan yang merugikan seluruh masyarakat Papua, terutama di Yahukimo. "Tindakan ini tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apapun. Para tenaga pengajar dan tenaga kesehatan adalah pahlawan yang seharusnya dihormati, bukan menjadi sasaran kekerasan, " ujar Bupati Didimus Yahuli dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pemerintahan Yahukimo. Sabtu 29, Maret 2025.
Insiden tersebut terjadi di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, di mana beberapa tenaga pengajar yang sedang menjalankan tugas mengajar, serta sejumlah fasilitas kesehatan, menjadi sasaran serangan. Aksi kejam ini semakin memperburuk ketegangan yang sudah lama terjadi di Papua, dan turut memperburuk kondisi sosial ekonomi di wilayah yang sudah terisolasi tersebut.
Bupati Didimus Yahuli menambahkan bahwa serangan ini tidak hanya merusak infrastruktur pendidikan dan kesehatan yang vital bagi masyarakat, tetapi juga semakin menambah trauma bagi warga yang sudah lama hidup dalam ketidakpastian dan ketakutan.
“Serangan terhadap mereka adalah bentuk ketidakmanusiawian. Mereka adalah pahlawan yang memberikan pendidikan dan layanan kesehatan bagi warga yang sangat membutuhkan, ” tegasnya. (Red1922)