Tangerang – Upaya pencegahan kenakalan remaja terus dilakukan Polres Metro Tangerang Kota melalui pendekatan edukatif kepada pelajar. Salah satunya dengan memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibra Sekolah Kota Tangerang Tahun 2026. Minggu (21/06/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Kabagops Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Bayu Suseno, S.T., M.Si., sebagai pemateri utama. Turut hadir Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Tangerang, Iswahyudi.
Dalam paparannya, AKBP Bayu Suseno menyoroti berbagai faktor yang menjadi pemicu kenakalan remaja di era modern. Menurutnya, perilaku menyimpang sering kali berawal dari kebiasaan yang dianggap sepele, seperti bolos sekolah, merokok, hingga mencoba obat-obatan terlarang.
"Perilaku-perilaku tersebut menjadi pintu masuk munculnya berbagai tindak kenakalan remaja yang lebih serius, mulai dari tawuran, begal, hingga tindak kriminal lainnya, " kata Bayu di hadapan peserta diklat.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial juga menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Banyak kasus kenakalan remaja saat ini dipicu oleh interaksi yang tidak sehat di dunia digital, baik melalui media sosial maupun permainan daring (game online).
Menurutnya, salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah kejahatan digital berupa grooming atau manipulasi terhadap anak yang berujung pada pelecehan seksual. Kondisi tersebut sering kali terjadi karena minimnya pengawasan penggunaan gadget dan paparan konten negatif di internet.
"Korban grooming biasanya tidak berani bercerita kepada orang tua karena merasa malu. Padahal kasus seperti ini sering berawal dari penggunaan gadget yang tidak terkontrol dan akses terhadap konten yang tidak sesuai usia, " ujarnya.
Untuk itu, AKBP Bayu mengajak para pelajar untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan perangkat digital. Ia juga mendorong siswa agar aktif mengikuti berbagai kegiatan positif di lingkungan sekolah sebagai sarana pengembangan karakter dan disiplin diri.
Menurutnya, organisasi seperti Paskibra menjadi wadah yang sangat efektif untuk membentuk jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, disiplin, serta menjauhkan generasi muda dari pengaruh negatif pergaulan maupun dunia digital.
"Kami mengimbau para siswa untuk mengurangi penggunaan gadget dan media sosial secara berlebihan. Isi waktu dengan kegiatan yang positif, produktif, dan bermanfaat seperti mengikuti kegiatan Paskibra maupun organisasi sekolah lainnya, " jelasnya.
Kegiatan edukasi tersebut mendapat sambutan positif dari peserta Diklat Paskibra. Selain menambah wawasan tentang bahaya kenakalan remaja, materi yang diberikan juga menjadi bekal penting bagi para pelajar dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan pergaulan di era digital.
Melalui kegiatan ini, Polres Metro Tangerang Kota berharap para peserta Paskibra dapat menjadi pelopor disiplin, agen perubahan, sekaligus contoh positif bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat dalam mewujudkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan bebas dari pengaruh negatif.

















































