DKP Kabupaten Sukabumi: Pangan Lokal Pilar Ketahanan dan Kesejahteraan Masyarakat Sukabumi

3 months ago 26

Matasosial.com, Cikembar, 23 Oktober 2025, - Dalam semangat Sukabumi Mubarokah—yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah—Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi kembali menggaungkan pentingnya pangan lokal sebagai fondasi ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui unggahan edukatif di akun resmi Instagram @dkp_kabsukabumi, masyarakat diajak memahami dan mengapresiasi kekayaan pangan lokal yang tumbuh dari tanah sendiri dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.

“Pangan lokal adalah makanan yang diproduksi dan dikonsumsi oleh masyarakat setempat, sesuai dengan potensi dan kearifan lokal suatu daerah, ” tulis Dinas Ketahanan Pangan. Contohnya termasuk singkong, jagung, sagu, dan pisang sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi, serta berbagai kuliner khas daerah seperti gudeg, pempek, dan papeda.

Mengonsumsi pangan lokal bukan hanya soal selera, tetapi juga strategi cerdas untuk memperkuat ketahanan pangan, memperkaya gizi, dan mendukung ekonomi lokal. Dalam unggahan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi merinci empat manfaat utama:

  • Diversifikasi pangan: Mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan pokok dan memperkaya pilihan nutrisi.

  • Dukungan ekonomi lokal: Memberi dukungan kepada petani dan produsen lokal, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

  • Menjaga kesehatan: Pangan lokal seringkali segar dan alami, membantu mengurangi konsumsi makanan olahan dengan bahan tambahan berbahaya seperti gula rafinasi, garam, dan lemak trans.

  • Ketahanan pangan: Membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan tidak mudah terpengaruh guncangan dari luar.

Ini menjadi pengingat bahwa kekuatan pangan lokal bukan hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada nilai budaya, ekonomi, dan keberlanjutan yang dikandungnya. Di tengah tantangan global, Sukabumi memilih untuk kembali ke akar: menguatkan yang lokal, memberdayakan yang tradisional, dan membangun masa depan yang berkah dari tanah sendiri.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |