GPM Warnai Hari Santri Nasional: Wujud Nyata Ketahanan Pangan Sukabumi Mubarokah

3 months ago 30

Sukabumi - Guungguruh, 22 Oktober 2025 - Peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Terpadu Al-Istiqamah, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, tahun ini terasa istimewa. Di tengah semangat religius dan kebersamaan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menghadirkan Bazzar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari komitmen nyata menjaga stabilitas pangan dan meringankan beban masyarakat.

Kegiatan yang digelar pada Rabu (22/10) ini menggandeng Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Bulog, serta pelaku UMKM dari wilayah Gunungguruh dan sekitarnya. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi cerminan semangat Sukabumi Mubarokah—yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah—dalam menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan rakyat.

“Pelaksanaan Bazzar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjamin aksesibilitas masyarakat terhadap bahan pangan pokok, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang, ” terang Bidang Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat.

GPM tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam menstabilkan harga, tetapi juga merupakan bagian dari kebijakan strategis daerah dalam mewujudkan sistem ketahanan pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Dengan harga yang lebih terjangkau dan di bawah pasar, kegiatan ini turut menahan laju inflasi dan memastikan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Adapun bahan-bahan pokok yang disediakan dalam kegiatan ini meliputi:

  • Terigu: Rp9.500/kg

  • Minyak Sayur: Rp17.000/kg

  • Gula Pasir: Rp17.000/kg

  • Telur Ayam: Rp28.000/kg

  • Beras: Rp60.000/5 kg

  • Bawang Merah: Rp42.000/kg

  • Bawang Putih: Rp30.000/kg

Kehadiran GPM di tengah peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan ekonomi, melainkan wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat. Di Sukabumi, ketahanan pangan bukan hanya soal pasokan, tapi juga soal keberkahan yang tumbuh dari kolaborasi, kearifan lokal, dan semangat gotong royong.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |