Jalan Bergas Rusak Parah Diduga Digilas Truk Tambang, Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Aspal

4 hours ago 3

KABUPATEN SEMARANG - Kesabaran warga Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tampaknya mulai habis. Bertahun-tahun menghadapi jalan rusak yang diduga dipicu tingginya aktivitas truk pengangkut material tambang, masyarakat akhirnya meluapkan protes dengan cara unik sekaligus menyentil pihak terkait: menanam pohon pisang dan menaruh batu di tengah ruas jalan yang berlubang.

Aksi warga tersebut terjadi di ruas Jalan PTP Ngobo, Waringin Putih, Kecamatan Bergas, yang dalam beberapa hari terakhir viral di media sosial. Jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat itu kini dipenuhi lubang, permukaan aspal yang mengelupas, serta debu tebal yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Warga menilai kerusakan jalan semakin parah akibat lalu lalang kendaraan berat yang setiap hari melintas dari kawasan tambang.

Salah seorang warga, Riyanto, mengaku kondisi tersebut bukan persoalan baru. Menurutnya, masyarakat telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada berbagai pihak, namun hingga kini belum ada perbaikan menyeluruh.

"Keluhan ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Jalan memang pernah diperbaiki, tetapi hanya tambal sulam. Tidak pernah ada penanganan yang benar-benar tuntas sehingga kerusakan terus berulang, " ujar Riyanto saat dialog bersama warga di lokasi, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, sebagian besar kendaraan berat yang melintas diduga berasal dari aktivitas pertambangan yang keluar masuk melalui kawasan industri setempat. Intensitas kendaraan berbobot besar dinilai menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kualitas jalan.

Debu Ganggu Kesehatan dan Aktivitas Warga

Tak hanya infrastruktur yang rusak, warga juga mengeluhkan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Saat musim kemarau, debu dari kendaraan pengangkut material beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga dan mengganggu kesehatan masyarakat.

Kondisi tersebut dinilai semakin memperburuk kualitas hidup warga yang setiap hari harus berhadapan dengan jalan berlubang dan polusi debu.

"Dulu jalan ini bagus dan nyaman dilalui. Sekarang kondisinya rusak dan penuh debu. Kami berharap pemerintah segera turun tangan dan mencari solusi yang nyata, " kata Riyanto.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Semarang, instansi terkait, hingga pemerintah pusat dapat melakukan evaluasi terhadap aktivitas kendaraan berat sekaligus mempercepat perbaikan infrastruktur yang terdampak.

GRIB Jaya Siap Kawal Aspirasi Warga

Keluhan masyarakat mendapat perhatian dari organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya Kabupaten Semarang. Dalam pertemuan bersama warga, perwakilan GRIB Jaya, Dodi, menegaskan pihaknya siap mengawal aspirasi masyarakat hingga ada langkah konkret dari pihak yang bertanggung jawab.

"Kami hadir untuk mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Keluhan warga terkait jalan rusak dan dampak lingkungan ini akan kami kawal agar mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait, " tegas Dodi.

Ia menilai setiap pelaku usaha harus memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, terutama jika aktivitas usaha tersebut berdampak langsung terhadap fasilitas publik.

"Jangan hanya berorientasi pada keuntungan. Jika aktivitas usaha memanfaatkan wilayah ini, maka kondisi masyarakat sekitar juga harus diperhatikan. Infrastruktur yang rusak dan dampak lingkungan tidak boleh dibiarkan menjadi beban warga, " ujarnya.

Desak Solusi Nyata, Bukan Tambal Sulam

GRIB Jaya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan tersebut hingga ada kepastian mengenai perbaikan jalan dan langkah mitigasi dampak lingkungan yang dirasakan warga.

Sementara itu, aksi penanaman pohon pisang di tengah jalan menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan kerusakan infrastruktur yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Warga berharap seluruh pihak, baik perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut maupun pemerintah daerah, segera duduk bersama mencari solusi permanen agar kerusakan jalan tidak terus berulang.

Masyarakat juga meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan berat yang melintas, termasuk evaluasi tonase kendaraan dan tanggung jawab perawatan jalan yang digunakan untuk aktivitas usaha.

Hingga kini, warga masih menunggu langkah nyata dari pihak terkait agar Jalan PTP Ngobo kembali layak dilalui dan tidak lagi menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan.

Sumber: Sugiman 

Editor: Agung 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |