SEMARANG – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai momentum refleksi diri dan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Pesan tersebut disampaikan dalam tausiyah pada peringatan Tahun Baru Islam 1448 H yang dirangkaikan dengan penyerahan sertipikat tanah wakaf di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa, 16 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Menteri Nusron menekankan pentingnya semangat perubahan dan perbaikan yang diajarkan dalam Islam. Menurutnya, setiap individu dituntut untuk terus meningkatkan kualitas diri agar menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Ia mengingatkan bahwa keberuntungan sejati adalah ketika seseorang mampu menjadi lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sebaliknya, jika tidak ada perubahan maupun peningkatan dalam kehidupan, maka kesempatan untuk berkembang telah terlewatkan. Karena itu, momentum Tahun Baru Islam perlu dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri sekaligus memperkuat komitmen menuju perubahan yang positif.
Selain dalam aspek pribadi, Menteri Nusron juga menyoroti pentingnya semangat hijrah dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, nilai-nilai hijrah dapat diwujudkan melalui berbagai upaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas, termasuk menjaga, mengamankan, dan mengelola aset-aset umat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan demi kepentingan bersama.
Menteri Nusron berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mendoakan agar Provinsi Jawa Tengah semakin maju, makmur, dan mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada dengan semangat persatuan dan kebersamaan.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi dan perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Ia menilai semangat hijrah harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui penguatan persatuan, menjaga kerukunan, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurut Ahmad Luthfi, masyarakat Jawa Tengah perlu terus menjaga harmoni sosial dan memperkuat kebersamaan agar mampu menghadapi berbagai dinamika dan tantangan pembangunan di masa depan. Semangat hijrah, kata dia, tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan pola pikir, sikap, dan tindakan yang lebih konstruktif.
Kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan 243 sertipikat tanah wakaf kepada penerima manfaat di Jawa Tengah. Penyerahan sertipikat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan kepastian hukum atas aset wakaf sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan umat dan pembangunan sosial keagamaan.
Selain itu, dalam acara yang sama turut disalurkan bantuan pendidikan kepada 100 anak yatim dari berbagai yayasan Islam di Jawa Tengah. Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan akses pendidikan sekaligus memberikan dukungan kepada anak-anak yang membutuhkan.
Dalam penyerahan sertipikat tanah wakaf dan bantuan pendidikan tersebut, Menteri Nusron didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah Sri Pranoto. Hadir pula Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Achmad, bersama sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Jawa Tengah ini menjadi simbol penguatan nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, serta komitmen pemerintah dalam mendukung kemaslahatan umat melalui kepastian hukum aset wakaf dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.















































