PANGKEP – Upaya mempertahankan status Geopark Maros-Pangkep sebagai kawasan warisan geologi kelas dunia terus dilakukan melalui kegiatan revalidasi oleh tim asesor UNESCO global Geopark Maros Pangkep. Pada Jumat (31/7/2026), rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan kepulauan di Kecamatan Liukang Tupabiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Pangkep, Syamsyir, D.Pd., M.Pd yang juga bertindak sebagai Koordinator Perjalanan Tim Revalidasi Geopark Maros-Pangkep, di dampingi Ahmad S.Pd, M.Pd dari Dinas Pendidikan, saat dihubungi melalui telepon selulernya dari atas kapal menjelaskan bahwa rombongan sedang berada di sekitar Pulau Kapoposan dan selanjutnya akan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Panambungan.
Menurut Syamsyir, sebelum memasuki kawasan kepulauan, tim revalidasi telah melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah geosite unggulan di wilayah daratan Kabupaten Pangkep. Lokasi yang dikunjungi menjadi bagian penting dalam proses penilaian potensi geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati kawasan Geopark Maros-Pangkep.
Beberapa lokasi yang telah dikunjungi antara lain Geosite Bulu Sipong di Siloro, Desa Mangilu, Geopark Bantimala di Kecamatan Tondong Tallasa, Geopark Matampa, hingga kawasan Rumah Industri Garam di Kecamatan Labakkang yang menjadi salah satu contoh pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Setelah menyelesaikan kunjungan di kawasan daratan, rombongan kemudian bergerak menuju Pulau Kapoposan yang dikenal memiliki keindahan bawah laut, kekayaan ekosistem terumbu karang, serta panorama alam yang menjadi daya tarik wisata bahari di Kabupaten Pangkep.
Dari Pulau Kapoposan, tim dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Panambungan di Kecamatan Liukang Tupabiring. Kedua pulau tersebut menjadi bagian penting dalam memperlihatkan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati laut, serta kehidupan masyarakat pesisir yang harmonis dengan alam.
Syamsyir menjelaskan bahwa jumlah peserta dalam rombongan revalidasi Geopark Maros-Pangkep mencapai sekitar 60 orang. Mereka terdiri atas unsur pemerintah, pengelola geopark, akademisi, serta tamu dari berbagai daerah dan negara.
Dalam rombongan tersebut juga hadir tim penilai dan tamu internasional, termasuk peserta dari China dan Korea, yang turut melakukan observasi langsung terhadap berbagai geosite dan destinasi wisata alam yang menjadi bagian dari kawasan Geopark Maros-Pangkep.
Selain itu, kegiatan ini juga diikuti perwakilan dari Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bentuk dukungan pemerintah provinsi terhadap upaya mempertahankan pengakuan Geopark Maros-Pangkep di tingkat internasional.
Syamsyir menambahkan, rangkaian kegiatan revalidasi telah dimulai sejak 27 hingga 28 Juli 2026 di Kabupaten Maros dengan mengunjungi sejumlah lokasi geosite. Selanjutnya, pada 29 hingga 31 Juli 2026, seluruh agenda difokuskan di Kabupaten Pangkep.
Komposisi rombongan berasal dari berbagai instansi, di antaranya Tim Makassar sebanyak 15 orang, Dinas Pariwisata Kabupaten Pangkep tiga orang, Dinas Pendidikan empat orang, Dinas Lingkungan Hidup sebanyak 13 orang yang dipimpin langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta perwakilan dari Dinas Perhubungan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), dan Dinas Perumahan dan Permukiman.
Keterlibatan lintas organisasi perangkat daerah tersebut menunjukkan kuatnya sinergi Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam mendukung proses revalidasi Geopark Maros-Pangkep. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat pengelolaan kawasan geopark yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata, pendidikan, dan pelestarian lingkungan.
Melalui proses revalidasi ini, diharapkan Geopark Maros-Pangkep semakin diakui sebagai kawasan yang memiliki nilai geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Keberhasilan mempertahankan status geopark dunia diyakini akan membuka peluang lebih besar bagi pengembangan pariwisata berkelas internasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.( Herman Djide)
















































