PANGANDARAN JAWA BARAT - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Administrasi Nikah Rujuk (NR) Triwulan III di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cijulang pada Kamis (16/10/2025).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Pangandaran, H. Yayan Herdiana, M.Ag, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Dr. H. Ujang Sutaryat, M.Ag.
Dalam arahannya, Kepala Kantor menekankan pentingnya tiga hal utama dalam pelaksanaan tugas di lingkungan KUA, yaitu penguatan moderasi beragama, pengawasan melekat (waskat), dan pelaporan kinerja berbasis administrasi.
Ia mengingatkan bahwa ASN Kemenag memiliki tanggung jawab moral dan regulatif untuk menjaga keharmonisan masyarakat.
Salah satu poin penting yang disorot adalah kesiapan KUA dalam mendukung Harmony Award, sebuah evaluasi nasional terkait tingkat kerukunan umat beragama di daerah.
“Perbedaan itu adalah sunatullah. Bukan perbedaannya yang jadi masalah, tapi bagaimana sikap kita dalam menyikapinya. Kalau mendapatkan nikmat harus bersyukur, kalau tertimpa musibah harus sabar, kalau sedang taat harus ikhlas, dan kalau khilaf harus segera bertaubat, ” ungkapnya.
Selain itu, H. Yayan Herdiana juga mengingatkan seluruh pegawai agar menjaga etika dalam bermedia sosial, terutama karena setiap aktivitas publik ASN dapat berdampak pada citra institusi.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan arahan mengenai:
- Kedisiplinan atribut dan kehadiran ASN saat jam kerja
- Optimalisasi pelaporan kinerja melalui SKP triwulanan
- Tertib administrasi sebagai bentuk pertanggungjawaban kerja
- Pelaksanaan layanan publik berbasis cinta: Cepat, Inovatif, Nyaman, Transparan, dan Akuntabel (CINTA).
Terkait pelayanan di KUA, ia menyinggung pentingnya penguatan edukasi, konsultasi, dan advokasi kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi isu-isu sensitif seperti pernikahan tanpa pencatatan resmi.
Soal pengelolaan wakaf uang, ia mendorong seluruh ASN dan masyarakat untuk mulai berkontribusi:
“Wakaf uang itu amal yang tidak akan pernah putus. Seribu dua ribu rupiah pun akan terus mengalir pahalanya, ” tuturnya.
Menutup arahannya, Kepala Kantor mengajak seluruh jajaran untuk bekerja sepenuh hati tanpa banyak mengeluh.
“Jangan benci pada orang lain, jangan membandingkan diri, jangan terlalu menyesali masa lalu, dan jangan berharap balasan. Lakukan tugas dengan ikhlas, nanti balasan akan datang dengan sendirinya, ” pesannya. (Didah)







































