Muhammadiyah Dorong Pembenahan Total Program MBG, Tekankan Kualitas SDM dan Tata Kelola Berkelanjutan

3 hours ago 2

JAKARTA – Muhammadiyah mendorong pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap berjalan sesuai target strategis nasional.

Langkah ini dinilai penting sebagai upaya memastikan program tersebut benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia secara berkelanjutan.

Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), M. Nurul Yamin, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menegaskan bahwa dinamika serta kritik yang muncul dari berbagai pihak harus dipandang sebagai bagian dari proses penguatan sistem.

“Program makan bergizi merupakan salah satu ikhtiar strategis untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Kritik yang berkembang harus dimaknai sebagai momentum untuk berbenah dan memperkuat sistem pengelolaan di lapangan, ” ujar Nurul Yamin.

Ia menjelaskan bahwa pemenuhan gizi bagi masyarakat prasejahtera tidak bisa dipandang sekadar sebagai program distribusi makanan instan.

Lebih dari itu, program MBG merupakan investasi jangka panjang yang menjadi prasyarat utama dalam membangun SDM Indonesia yang produktif, unggul, dan kompetitif di masa depan.

Dalam konteks tersebut, Muhammadiyah menekankan pentingnya penguatan sistem yang terintegrasi, guna menjaga keberlangsungan program sekaligus menciptakan sosial yang berdampak luas, termasuk pada stabilitas masyarakat.

Untuk menjamin kualitas pelaksanaan, Muhammadiyah menetapkan tiga pilar utama sebagai standar dalam pengelolaan MBG. Pertama, aspek keamanan pangan yang mencakup prinsip halal, tayib, dan aman dikonsumsi.

Kedua, tata kelola yang amanah, profesional, serta transparan. Ketiga, pengembangan ekosistem berkelanjutan yang mampu mendukung keberlangsungan program secara jangka panjang.

“Keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari banyaknya penerima manfaat, tetapi juga pengelola semakin baik, pengawasan yang konsisten, serta transparansi anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan, ” tegasnya.

Muhammadiyah menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah melalui optimalisasi jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.

Menurut Nurul Yamin, keterlibatan Muhammadiyah tidak hanya berlandaskan pada aspek teknis, tetapi juga pada nilai ideologis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menempatkan pemberdayaan masyarakat serta kemaslahatan umat sebagai bagian integral dari gerakan dakwah sosial.

Ia menambahkan, pembenahan sistem MBG menjadi langkah strategis untuk memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

“Tujuan utama dari penguatan ini adalah memastikan program MBG tidak hanya berjalan, tetapi juga berkualitas, berkelanjutan, dan mampu mencetak generasi bangsa yang unggul, ” pungkasnya.

Dengan penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya, serta kolaborasi lintas sektor, Muhammadiyah optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi instrumen penting dalam mempercepat pembangunan SDM Indonesia menuju masa depan yang lebih sehat dan berdaya saing.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |