SOKARAJA – Semangat belajar tak hanya tumbuh di ruang kelas, tetapi juga berdenyut di dunia usaha dan industri, Senin (15/06/2026), siswa kelas VIII SMP Persada Insan Nusantara Sokaraja resmi memulai program Magang Edukatif Santripreneur, sebuah langkah nyata untuk menanamkan jiwa kemandirian, kepemimpinan, dan kewirausahaan sejak usia dini.
Program yang berlangsung selama satu pekan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang dirancang untuk mempertemukan ilmu yang dipelajari di sekolah dengan praktik nyata di lapangan. Siswa putri melaksanakan magang di Toko Batik Anto Djamil, sementara siswa putra mengikuti magang di PT Sultan Farming Indonesia (SUFI).

Kegiatan diawali dengan prosesi serah terima siswa dari pihak sekolah kepada mitra magang. Setelah prosesi tersebut, para peserta secara resmi mengikuti pembinaan dan pendampingan dari pembimbing di masing-masing lokasi magang sesuai bidang yang dipelajari.

Di Toko Batik Anto Djamil, para siswi mendapatkan pengalaman langsung mengenai pelayanan pelanggan, pemasaran, hingga pengenalan produk batik sebagai warisan budaya bangsa. Sementara itu, siswa putra di PT Sultan Farming Indonesia belajar tentang agribisnis modern, budidaya pertanian, manajemen usaha, serta berbagai keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan dunia kerja masa kini.

Kepala SMP Persada Insan Nusantara Sokaraja, Mohammad Husain, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari ikhtiar sekolah dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik, kuat dalam nilai-nilai keagamaan, serta tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
"Melalui kegiatan Magang Edukatif Santripreneur ini, kami berharap siswa dapat belajar langsung dari para praktisi di lapangan, memahami etos kerja yang baik, serta menumbuhkan sikap mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab. Pengalaman yang diperoleh selama magang diharapkan menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menghadapi tantangan masa depan, " tegasnya.
Menurutnya, dunia masa depan membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga mampu berkarya, berinovasi, dan menciptakan peluang. Karena itu, pembentukan karakter mandiri, disiplin, kerja sama, serta keterampilan hidup menjadi bagian penting dalam proses pendidikan santri masa kini.
Di bawah naungan nilai-nilai kepesantrenan, program ini diharapkan menjadi ladang pembelajaran yang subur untuk menumbuhkan pribadi-pribadi muda yang berakhlak mulia, pekerja keras, dan bermental pengusaha. Dari ruang produksi batik hingga hamparan dunia agribisnis modern, para santri ditempa untuk mengenal arti ikhtiar, ketekunan, dan keberanian menghadapi tantangan.
Magang Edukatif Santripreneur bukan sekadar kegiatan praktik kerja, melainkan sebuah perjalanan pembentukan karakter. Dari pengalaman nyata inilah diharapkan lahir generasi santri yang mandiri, kreatif, visioner, dan siap menjadi pelopor kemajuan umat, bangsa, dan masyarakat di masa mendatang.
(Yesi/Djarmanto-YF2DOI)

















































