Tak Ada Lagi Dikotomi Pendidikan, Pemkab Morowali Luncurkan Program Sekolah Percontohan hingga Pelosok Daerah

6 days ago 8

Tak Ada Lagi Dikotomi Pendidikan, Pemkab Morowali Luncurkan Program Sekolah Percontohan hingga Pelosok Daerah

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Morowali, Arifin Lakane

MOROWALI, Sulawesi Tengah– Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi meluncurkan program pembangunan sekolah percontohan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program ini akan diimplementasikan secara bertahap dimulai di lima kecamatan dengan target menyebarkan konsep kesetaraan pendidikan berkualitas hingga ke pelosok daerah, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Morowali, Arifin Lakane, S.Pd, M.Pd, menyampaikan hal tersebut kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (28/01/2026). Menurutnya, program ini merupakan bagian dari wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menghapus stigma bahwa kualitas pendidikan terbaik hanya bisa ditemukan di daerah ibukota atau wilayah daratan.
 
“Kami memulai pembangunan sekolah percontohan ini di lima kecamatan, namun cakupannya akan terus diperluas ke seluruh wilayah Morowali. Adapun 5 kecamatan yang akan menjadi prioritas awal, yaitu Kecamatan Wita Ponda, Bumi Raya, Bungku Tengah, Bahodopi dan Bungku pesisir, " jelasnya.
 
Berikutnya akan menyusul kecamatan Bungku Barat, Bungku Timur, Sambori Kepulauan, Menui kepulauan, dan Bungku Selatan. Konsep utama yang kami kembangkan adalah ‘sama baik, sama layak’ – tidak ada pembedaan apapun antara sekolah di pusat kota dengan sekolah di daerah terpencil atau kepulauan, ” jelas Arifin dengan tegas.
 
Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap fasilitas yang dibangun memenuhi standar nasional bahkan lebih baik. Tahap pertama yang akan diselesaikan pada tahun ini adalah pembangunan gedung sekolah yang dirancang dengan desain modern dan ramah anak. Setelah gedung selesai, tahap berikutnya yang akan dilaksanakan pada tahun depan meliputi penyediaan sarana olahraga, serta fasilitas pendukung lainnya.
 
Tak hanya itu, setiap sekolah percontohan juga akan dilengkapi dengan laboratorium pendidikan yang komprehensif, termasuk perpustakaan yang menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan.
 
“Salah satu contoh sekolah percontohan yang telah rampung tahun ini adalah SDN Labota di Bahodopi. Sekolah ini sudah memiliki sarana prasarana lengkap termasuk perpustakaan dan laboratorium yang telah siap digunakan untuk kegiatan pembelajaran, " tambah Arifin.
 
Untuk memastikan pengelolaan sekolah percontohan berjalan dengan baik, pihak dinas akan melakukan seleksi kepala sekolah secara ketat. Seleksi akan mencakup berbagai aspek mulai dari kompetensi akademik, kemampuan manajerial, hingga komitmen dalam menjalankan konsep sekolah percontohan yang berbasis kesetaraan dan kualitas. Calon kepala sekolah yang terpilih juga akan mendapatkan pelatihan khusus untuk mempersiapkan mereka dalam mengelola fasilitas modern dan menerapkan metode pembelajaran yang inovatif.
 
Selain program sekolah percontohan, Arifin juga mengungkapkan kabar baik bagi jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di Morowali. Setelah melalui proses panjang dan koordinasi yang intensif, pemerintah daerah berhasil menandatangani Perjanjian Kerjasama (MoU) dengan Gubernur Sulawesi Tengah pada acara ulang tahun Morowali baru-baru ini. Melalui MoU tersebut, jenjang SMA yang sebelumnya hanya berada di wewenang propinsi kini akan mendapatkan dukungan langsung dari pemerintah kabupaten.
 
“Sebelumnya, bantuan berupa baju seragam sekolah dan insentif guru hanya bisa diberikan untuk jenjang TK, SD, dan SMP. Namun tahun ini, dengan dukungan penuh dari Bupati Morowali, kami dapat memperluas program ini ke jenjang SMA. Setiap siswa SMA di Morowali akan mendapatkan baju seragam sekolah dan baju olahraga yang sama dengan standar yang diterapkan di jenjang lainnya, sedangkan guru SMA akan mendapatkan insentif yang dapat meningkatkan motivasi kerja mereka, ” jelasnya.
 
Arifin menambahkan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap seluruh anak bangsa yang bersekolah di Morowali, tanpa memandang jenjang pendidikan yang mereka tempuh. Menurutnya, SMA merupakan jenjang pendidikan yang sangat penting sebagai persiapan siswa memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga layak mendapatkan perhatian yang sama.
 
“Kita ingin menghilangkan dikotomi yang selama ini ada di masyarakat bahwa pendidikan di ibukota lebih baik daripada di daerah, atau pendidikan di daratan lebih unggul daripada di kepulauan. Dengan menerapkan prototype gedung dan fasilitas yang sama di seluruh wilayah, kami yakin bahwa setiap anak di Morowali memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Tidak ada lagi kata ‘kurang layak’ bagi pendidikan di daerah terpencil, ” tegas Arifin.
 
Program ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang menyambut baik upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Diharapkan dengan adanya sekolah percontohan dan perluasan bantuan ke jenjang SMA, prestasi pendidikan Morowali akan semakin meningkat dan menghasilkan generasi muda yang kompeten serta siap bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
 
“Kami berharap seluruh komponen masyarakat dapat mendukung program ini, mulai dari pendataan kebutuhan hingga pemeliharaan fasilitas sekolah. Bersama-sama kita bisa menciptakan sistem pendidikan yang adil, berkualitas, dan merata untuk kemajuan bangsa, ” pungkas Arifin.

morowali

Read Entire Article
Karya | Politics | | |